PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hubungan sebuah keluarga dalam ajaran Islam itu diatur sedemikian rupa. Keluarga bisa diartikan sebagai sekelompok orang yang terikat oleh hubungan darah, perkawinan, atau adopsi yang hidup bersama dan saling berinteraksi sesuai dengan peran sosial yang ada.
Lebih detail, keluarga sering dianggap sebagai tempat pertama dan utama bagi seseorang untuk belajar nilai-nilai, mendapatkan kasih sayang, dan mengembangkan diri.
Keluarga juga berperan penting dalam membentuk karakter, memberikan dukungan, dan menjadi tempat perlindungan bagi anggotanya.
Atas dasar itulah, dalam Islam, keluarga memiliki posisi yang sangat penting. Terutama orangtua, adalah sosok yang berjasa dalam membimbing dan merawat dari sejak lahir hingga dewasa.
Namun, dalam perjalanan hidup, ada takdir kematian yang tidak bisa terelakkan antara anak dengan orangtua.
Ketika orangtua telah meninggal dunia, tentu sebagai seorang anak akan memiliki rasa penyesalan mendalam. Apalagi, saat mengingat perbuatan yang tidak pantas yang dinilai dapat menyakiti perasaan orangtua.
Lalu, bagaimana cara memohon maaf kepada orangtua yang sudah meninggal?
Mengutip dari website Kementerian Agama RI, bahwa ajaran Islam menjelaskan, meminta maaf kepada orangtua yang telah meninggal adalah tindakan yang mulia dan dianjurkan.
Meskipun tidak mungkin berinteraksi langsung dengan mereka, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memohon ampunan dan meminta maaf kepada orangtua yang telah meningal dunia.
Inilah beberapa tata cara menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua sudah meninggal dunia:
1. Mendoakan orangtua.
Doa memiliki kekuatan yang besar dalam agama Islam. Oleh karena itu, sebaiknya meluangkan waktu untuk berdoa bagi kebaikan dan keselamatan orangtua yang telah meninggal.
Sampaikan permohonan maaf kepada Allah SWT dalam doa, dan mohonkan ampunan bagi orangtua yang sudah di alam barzah.
Berdoa adalah cara untuk menunjukkan ketulusan hati dan penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan.
Berkaitan hal itu dijelaskan dalam sebuah riwayat bahwa ada seorang anak yang telah wafat orangtuanya, lalu ia mengadu pada Rasulullah. Kemudian, Nabi Muhammad SAW mewasiatkan untuk mendoakan orangtuanya.
2. Bersedekah dan melakukan amal jariyah atas nama orangtua menjadi salah satu cara terbaik untuk meminta maaf kepada orangtua yang telah meninggal.
Amal jariyah adalah tindakan yang terus memberikan manfaat setelah seseorang meninggal dunia.
Misalnya, membangunkan sumur air untuk kepentingan masyarakat, mendirikan lembaga pendidikan, atau menyumbangkan kitab suci Al-Qur’an.
Ketika melakukan amal jariyah atas nama orangtua, kemudian menyedekahkan pahala pada orang tua yang sudah wafat maupun masih hidup, dalam Islam hukumnya diperbolehkan dan pahalanya sampai kepada mereka.
Penjelasan tersebut diterangkan oleh Syekh Zainuddin Al Malibari dalam kitab “Irsyadul ‘Ibad”, bahwa Ibnu Umar telah berkata, “Tidak ada masalah bagi kalian jika hendak bersedekah karena Allah dengan sedekah sunah untuk membagikan pahala sedekah tersebut pada kedua orangtuanya jika keduanya muslim. Maka pahala sedekah tersebut milik kedua orangtuanya, dan dia mendapatkan pahala seperti kedua orangtuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala kedua orangtuanya”.
3. Berziarah ke makam orangtua.
Bagi seorang anak yang orangtuanya telah meninggal dunia, kemudian ingin meminta maaf kepada keduanya, bisa melakukan ziarah ke makam keduanya.
Imam Al-Hakim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja menziarahi makam kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, niscaya Allah hapus dosanya. Ia pun dinilai sebagai anak berbakti kepada orang tuanya”.
4. Meningkatkan kebaikan dan ibadah menjadi salah satu cara paling efektif untuk memohon maaf kepada orangtua yang telah meninggal dunia.
Melalui amalan-amalan yang diperintahkan dalam Islam, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya, itu dapat memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Artinya, jadilah anak soleh dan soleha, karena hal itu menjadi investasi ladang pahala bagi orangtua.
Editor: Agus Priwandono











