CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tahun ini tidak diberikan penuh.
Pemkot hanya mencairkan sebesar 50 persen dari total TPP ke-13, sementara sisanya dipastikan tidak akan dibayarkan.
Kondisi ini dibenarkan oleh sejumlah ASN Pemkot Cilegon yang ditemui Radar Banten pada Selasa (24/6). Mereka mengaku pencairan TPP ke-13 telah dilakukan dengan nominal separuh dari yang biasanya diterima.
“Iya, untuk pemotongan gaji ketiga belas atau TPP ke-13 itu memang ada potongan, benar itu,” ujar salah seorang ASN yang tidak ingin disebutkan namanya.
“Potongan 50 persen berlaku buat semua, itu sudah direalisasikan. Tapi kalau yang lain tidak ada potongan, hanya gaji ke-13 yang kena,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pemotongan tidak berlaku bagi tenaga honorer karena mereka tidak menerima TPP. “Kalau untuk yang lain seperti honorer, sepertinya tidak ada ya potongan. Karena memang tidak dapat TPP,” ujarnya.
Sementara itu, seorang tenaga honorer di Pemkot Cilegon mengungkapkan bahwa tahun ini mereka hanya menerima gaji pokok, tanpa tunjangan. “Untuk ASN, gaji mah full, tapi TPP-nya 50 persen. Kalau non-ASN itu yang didapat hanya gaji pokok saja,” tuturnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon, Dana Sujaksani, menegaskan bahwa pencairan TPP ke-13 sebesar 50 persen bukan merupakan pemotongan, melainkan bentuk penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.
“Bukan pemotongan. Kita berikan 50 persen kepada semua ASN. Itu kembali kepada kebijakan dan kemampuan pemerintah daerah. Ada Perwal-nya,” kata Dana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa 24 Juni 2025.
Dana menjelaskan, gaji ke-13 tetap dibayarkan secara utuh. Namun, karena TPP bersumber dari APBD, pencairannya harus menyesuaikan dengan kondisi kas daerah.
“Kalau gaji ke-13 mah utuh. Tapi kalau TPP, itu dari APBD, dan yang diberikan 50 persen sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan sisanya akan dibayarkan di kemudian hari, Dana memastikan tidak ada sisa. “Tidak ada sisanya. Ya sudah segitu diberikannya,” tegasnya.
Dana juga menyampaikan bahwa pada awal tahun 2025, Pemkot telah membayar utang daerah sebesar Rp96 miliar. “Tahun 2025 tidak baik-baik saja, karena kita bayar utang di awal. Rp96 miliar itu di awal,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana











