RADARBANTEN.CO.ID – Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, dikenal sebagai salah satu komunitas adat yang masih menjaga tradisi dan budaya secara ketat hingga kini.
Komunitas ini terbagi menjadi dua wilayah utama, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Keduanya punya aturan adat yang berbeda. Namun, bagi wisatawan yang ingin merasakan kearifan lokal tanpa harus terlalu terikat aturan ketat, Baduy Luar jadi pilihan yang tepat.
Selain lebih terbuka terhadap kunjungan wisatawan, akses ke Baduy Luar juga lebih mudah. Tak heran, kawasan ini jadi favorit traveler yang ingin menyelami budaya Baduy secara langsung.
Lalu, berapa harga tiket masuk ke Baduy Luar? Apa saja aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sana? Berikut informasi lengkapnya.
Saat berkunjung ke Baduy Luar, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk resmi seperti destinasi wisata modern. Sebagai gantinya, wisatawan diharapkan memberikan sumbangan atau kontribusi sukarela kepada masyarakat adat.
Dana ini digunakan untuk mendukung pengelolaan desa dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Berikut estimasi biaya yang perlu disiapkan wisatawan:
Kontribusi Masuk: Rp 5.000–Rp 50.000, tergantung asal wisatawan. Wisatawan mancanegara biasanya dikenakan biaya lebih tinggi.
Jasa Pemandu Lokal: Rp 150.000–Rp 250.000 per hari. Meski tidak wajib, memakai pemandu lokal sangat disarankan untuk pengalaman yang lebih maksimal.
Dengan kontribusi ini, wisatawan tak hanya menikmati keindahan alam dan budaya Baduy, tetapi juga ikut berperan melestarikan adat istiadat di Baduy.
Banyak hal menarik yang bisa dilakukan selama berada di Baduy Luar. Berikut di antaranya:
1. Berinteraksi dengan Warga Lokal
Warga Baduy Luar dikenal ramah dan terbuka. Wisatawan bisa ngobrol langsung dengan mereka untuk mengenal tradisi, kebiasaan, hingga filosofi hidup mereka.
2. Trekking Menyusuri Desa
Trekking di Baduy Luar menyuguhkan pemandangan ladang, hutan, dan sungai yang asri. Jalurnya cocok bagi pemula yang ingin merasakan petualangan ringan.
3. Mengunjungi Rumah Adat
Rumah-rumah tradisional Baduy dibangun dari bambu dan beratapkan daun kelapa. Sederhana, tapi kuat dan ramah lingkungan.
4. Belanja Kerajinan Tangan
Dari kain tenun, tas anyaman, hingga aksesoris khas Baduy, semuanya dibuat secara manual. Cocok untuk dijadikan oleh-oleh sekaligus mendukung ekonomi lokal.
5. Belajar Tradisi Lokal
Tertarik dengan cara hidup tanpa teknologi modern? Di sini, kamu bisa belajar bertani tradisional hingga mengenal pengobatan herbal khas Baduy.
Akses ke Baduy Luar tergolong mudah. Berikut panduan perjalanannya:
1. Naik KRL ke Rangkasbitung
Dari Jakarta, kamu bisa naik KRL Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung. Waktu tempuhnya sekitar 2 jam.
2. Lanjut ke Ciboleger
Dari Stasiun Rangkasbitung, lanjutkan perjalanan ke Desa Ciboleger, gerbang utama ke Baduy. Bisa naik angkot atau ojek selama 1,5–2 jam.
3. Trekking Menuju Baduy Luar
Setibanya di Ciboleger, trekking menuju Baduy Luar dimulai. Jaraknya cukup dekat dan medannya ramah bagi wisatawan pemula.
Kalau kamu suka wisata budaya dan alam, Baduy Luar bisa jadi destinasi yang layak masuk list liburan kamu.
Editor: Mastur Huda











