SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Serang–Tangerang, tepatnya di depan PT Nikomas Gemilang Jalur C, Kampung Gardu, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Sabtu malam, 5 Juli 2025.
Insiden tersebut melibatkan dua truk tronton yang terlibat adu kebo atau tabrakan adu depan. Akibatnya, satu orang sopir truk dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban tewas diketahui bernama Odih (27), warga Kampung Panunggangan, Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
“Korban meninggal sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Kasatlantas Polres Serang, AKP Ferry Octaviari, Minggu 6 Juli 2025.
AKP Ferry menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, Odih mengendarai truk tronton dari arah Kota Serang menuju Cikande. Namun nahas, sesampainya di lokasi kejadian, truk diduga hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan.
“Untuk penyebab kecelakaan masih diselidiki,” katanya.
Dari arah berlawanan, melaju truk tronton lain yang dikemudikan oleh pria berinisial M (23), warga Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Benturan keras pun tak terelakkan. Kedua truk ringsek parah di bagian depan.
Selain satu korban meninggal dunia, dua korban lainnya yaitu sopir M dan kernetnya yang diketahui berinisial K (25), warga Kampung Tanggulan, Desa Pamarayan, turut mengalami luka-luka.
“Sopir truk tronton dan kernetnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang, Ipda Achmad Adi Ardiyanto.
Kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu telah diamankan pihak kepolisian ke Mapolres Serang guna proses penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk kendaraan mengalami kerusakan dan sudah diamankan,” tambah Ipda Achmad.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Serang. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh hilangnya kendali truk di jalur yang padat kendaraan besar.
Polisi juga mengimbau kepada para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk lebih berhati-hati dan tidak melaju dengan kecepatan tinggi, mengingat kondisi jalan yang cukup rawan kecelakaan.
Editor : Merwanda











