TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Gubernur Banten, Andra Soni, menyoroti ketimpangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung sekolah negeri tingkat SMA dan SMK di wilayahnya.
Dari total 166 ribu pendaftar tahun ini, kapasitas sekolah negeri di Banten hanya mampu menampung kurang dari 80 ribu siswa.
Hal ini menciptakan krisis daya tampung yang tiap tahun memunculkan polemik dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Kalau kita paksakan anak-anak masuk ke sekolah negeri, maka akan ada anak-anak lain yang tersingkir. Kita harus bicara soal keadilan. Dan keadilan itu dimulai dari cara berpikir kita,” ujar Andra saat mengunjungi Kota Tangsel, Selasa 8 Juli 2025.
Andra mengatakan, Pemprov Banten telah meluncurkan program Banten Cerdas, yang memungkinkan siswa dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah secara gratis di SMA dan SMK swasta yang sudah terdaftar sebagai mitra pemerintah.
“Melalui program ini, pemerintah daerah mendorong pemerataan akses pendidikan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sekolah negeri,” ujarnya.
Menurut data dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, terdapat 522 SMK swasta yang bergabung dalam program Banten Cerdas, dengan total daya tampung 56.840 siswa.
Sementara itu, 232 SMA swasta juga terlibat dalam program ini, menyediakan kapasitas bagi 11.712 siswa.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Provinsi Banten telah menganggarkan lebih dari Rp150 miliar untuk pembiayaan selama enam bulan.
Anggaran ini akan digunakan untuk menanggung biaya pendidikan siswa di sekolah swasta peserta program.
“Saya tidak ingin lagi ada praktik titip menitip. Kita harus berani transparan dan adil. Saya memahami keluhan masyarakat, tapi saya juga minta jangan paksa saya untuk melanggar aturan hanya demi memenuhi permintaan masuk sekolah negeri,” tegas Andra.
Andra juga menjelaskan bahwa program Banten Cerdas merupakan bagian dari janji politiknya yang disetujui oleh lebih dari 55 persen masyarakat Banten saat kampanye.
Kini, ia mendorong masyarakat untuk ikut menyukseskan program ini sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengatasi keterbatasan sarana pendidikan negeri.
Ia menambahkan, perbedaan signifikan antara jumlah SMA dan SMK swasta yang terlibat dalam program ini perlu menjadi perhatian bersama.
“Kenapa jumlah SMA lebih sedikit, ini menjadi catatan yang perlu didiskusikan,” pungkasnya.
Program Banten Cerdas diharapkan tak hanya meredam gejolak tahunan PPDB, tetapi juga menjadi langkah strategis Pemprov Banten untuk memperluas akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak-anak di Banten.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











