SERANG,RADARBANTEN.CO.ID,- Sekelompok pemuda di Desa Anyar, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dengan cara yang kreatif.
Mereka bergotong royong membangun insinerator atau alat pembakar sampah, sebagai upaya mengatasi penumpukan sampah liar yang meresahkan warga karena menumpuk di lahan-lahan kosong sekitar desa.
Langkah ini dipelopori oleh Adam Trifaldi, salah satu pemuda asal Desa Anyar. Adam mengaku, gerakan tersebut muncul dari keresahan melihat sampah yang menumpuk dan tidak tertangani.
“Awalnya kami hanya ingin lingkungan bersih. Tapi sekarang, dari pengolahan sampah ini, kami juga mulai mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya, Kamis 10 Juli 2025.
Tidak berhenti di situ, para pemuda ini juga tengah mengembangkan inovasi lanjutan, yakni memanfaatkan residu pembakaran sampah untuk membuat paving block. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi solusi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga desa.
Gerakan ini pertama kali muncul di publik ketika kegiatan bersih-bersih lingkungan bertajuk Gerebek Sampah yang digelar di Kampung Waluran, Desa Anyar, pada Rabu, 9 Juli lalu.
Adam berharap apa yang dilakukan oleh pemuda Desa Anyer bisa menginspirasi pemuda lain di berbagai daerah. “Kalau bukan kita yang jaga bumi, siapa lagi? Mulailah dari hal kecil, dari lingkungan terdekat kita,” tutupnya.
Kehadiran para pemuda ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Seperti Camat Anyar dan tokoh masyarakat mereka menyatakan kebanggaannya atas inisiatif yang lahir dari pemuda Anyar. Mengingat saat ini semakin sedikit anak muda yang peduli terhadap isu lingkungan.
Dukungan juga datang dari masyarakat sekitar. Diki, Ketua RT Kampung Waluran, menyebut gerakan ini sebagai bentuk nyata dari semangat perubahan. “Kami bangga punya pemuda seperti mereka. Mereka bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga menggerakkan ekonomi kreatif lokal,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











