PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karaton 5 di Kampung Parung Sentul, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang kini memiliki murid baru pada tahun ajaran 2025-2026. Murid baru didapatkan SDN Karaton 5 setelah viral terancam ditutup di media sosial karena tidak mendapatkan anak murid pada SPMB tahun ajaran baru 2025-2026.
Jumlah murid baru didapatkan sebanyak enam orang. Namun dari enam orang itu yang orangtuanya sudah menyatakan kesiapan bersekolah di SDN Karaton 5 baru tiga orang.
Sedangkan tiga orang lainnya belum mendapatkan konfirmasi dari orangtuanya.
Kepala SDN Karaton 5 Tati Patmawati mengatakan, krisis murid di alami SDN Karaton 5 bukan tahun ini saja tapi sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya juga.
“Pada tahun ajaran baru 2024-2025 kemarin itu hanya menerima dua anak murid. Dan tahun ini sampai penutupan SPMB itu tidak ada yang melakukan pendaftaran langsung ke sekolah,” katanya.
Lebih lanjut Tati menerangkan, sebenarnya memang pas waktu akhir penutupan SPMB, saat itu ada satu orang mau masuk tapi ragu. Orangtuanya ragu, khawatir anaknya tidak ada teman pergi sekolah.
“Yang lainnya kan sekolahnya ke SDN Karaton 3. Takutnya kalau ke sini, takut enggak ada temen, sendirian saja,” katanya.
Ketika orangtuanya ragu, pihak sekolah tidak bisa memaksakan kehendak untuk menerima. Sehingga terkait sekolah anaknya diserahkan kepada orangtuanya.
“Ya kalau begitu kata ibu terserah saja mau di sekolahkan di mana yang penting anak harus sekolah,” katanya.
Akhirnya, keputusannya diserahkan kembali kepada orangtua. Kemudian orangtua memutuskan bersekolah ke SDN terdekat yang lain.
“Sehingga kemarin itu memang sama sekali tidak mendapatkan anak murid. Kemudian viral hingga akhirnya diketahui oleh Ibu Bupati (Raden Dewi Setiani) dan mengurus Plt Disdikpora (Didin Pahrudin) mengunjungi sekolah,” katanya.
Kedatangan Plt Kadis, ialah melihat secara langsung kondisi sekolah. Serta membantu SDN Karaton 5 mendapatkan murid baru.
“Saat itu menggunakan zonasi, jadi terdapat enam orang murid dari SDN Karaton 3 untuk sekolah di SDN Karaton 5. Dari enam murid itu, yang orangtuanya sudah setuju tiga orang sedangkan tiga lainnya belum dapatkan konfirmasi,” katanya.
Selain membantu, mendapatkan murid baru, hasil dari komunikasi akan diusulkan perbaikan bangunan sekolah. Jadi akan dilakukan rehab.
“Karena memang kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan. Seperti halnya pintu juga sudah pada jebol karena dimakan rayap,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











