SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwiaata (Disporapar) Kabupaten Serang menggelar rapat evaluasi dengan Kepala Desa dan para penguris Kelompok Sadar Wisata (Porkdarwis) desa.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan untuk Desa Wisata sehingga bisa semakin menarik kunjungan wisatawan.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Pasadya mengatakan, ada sebanyak 10 desa wisata yang mengikuti rapat evaluasi yang dilaksanakan di Kantor Disporapar Kabupaten Serang.
“Sebetulnya desa wisata yang berkembang ini ada kolaborasi antara Kepala Desa dan Pokdarswis, mungkin nanti wisata bisa dimasukan dalam program desa. Sehingga destinasi desa bisa lebih berkembang,” katanya, Senin 21 Juli 2025.
Ia mengingatkan, pariwisata tidak dapat dibangun dalam waktu dua tahun agar mampu bertahan dan tentunya berkembang. Ia mengatakan, pemerintah dapat hadir di tengah masyarakat apabila kelompok masyarakatnya sudah berkembang.
“Pemerintah tidak mungkin membentuk destinasi baru sendiri, jadi harus dibangun dari masyarakat sehingga pemerintah tinggal mendorong,” ujarnya.
Ia mengatakan, dari 10 desa wiaata tersebut ada satu desa wisata yang masih dalam tahapan pembentukan menjadi desa wisata yakni Desa Serdang.
“Statsunya belum desa wisata, tapi akan menjadi desa wisata. Sengaja kita undang agar nanti dapat mencontoh desa lain yang sudah berkembang,” ujarnya.
Anas mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, kunjungan wisata baik di desa wisata maupun destinasi unggulan di Kabupaten Serang masih rampai saat weakend saja. Sementara saat weekday masih sepi pengunjung.
Untuk itu, pihaknya berupaya untuk menyiapkan even-even yang menarik sehingga kunjungan wisatanya bisa terus meningkat bukan hanya pada saat weakend.
“Sehingga bisa mendatangkan orang-orang dari luar daerah, kita akan gelar even-eben yang menarik,” pungkasnya.
Diketahui, di Kabupaten Serang ada sebanyak 31 desa wisata yang sudah dibentuk. Pihaknya pun terus berupaya melakukan evaluasi terhadap desa wisata di Kabupaten Serang.
“Kemugkinan akan ada yang bertambah, di Carenang ada, di Kopo juga ada,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











