PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Puluhan warga dari dua kampung di Kabupaten Pandeglang, Banten, bergotong royong memperbaiki jembatan bambu yang ambruk secara swadaya.
Jembatan itu menghubungkan Kampung Ciliang dan Kampung Pasir Haur, tepatnya di Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung.
Sebagaimana diketahui, perbaikan dilakukan usai jembatan tersebut ambruk karena dilintasi seorang santri yang mengendarai sepeda motor pada Senin (30/6). Kondisinya memang sudah lapuk dan tak lagi kuat menahan beban.
“Membangun jembatan yang kemarin sempat viral itu. Alhamdulillah sekarang sudah beres, minimal bisa dilalui pejalan kaki,” kata warga setempat Iip, Senin 21 Juli 2025.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh lebih dari 20 warga dari dua kampung. Mereka bergantian menebang bambu, mengangkut, hingga memasangnya di lokasi jembatan yang putus.
“Bambunya beli langsung dari pohon, dipotong dan diangkut warga sendiri,” tuturnya.
Meski sudah selesai, jembatan saat ini baru sebatas jembatan darurat dan belum bisa dilalui kendaraan bermotor. Warga sengaja mempercepat pembangunannya karena anak-anak sudah mulai masuk sekolah dan butuh akses yang lebih dekat.
“Anak-anak sekolah, jadi jembatan ini urgent banget. Kalau muter, jalurnya jauh. Makanya kita bikin secepatnya meski sementara,” jelasnya.
Menurut Iip, sejauh ini belum ada anggaran resmi dari pemerintah daerah. Namun, bantuan sempat datang dari pihak kecamatan, kelurahan, hingga pimpinan pondok pesantren setempat.
“Itu bantuan dari camat dan lurah, dari kantong pribadi untuk beli bambu. Juga ada bantuan dari Pak Kiai pemilik pesantren di Ciliang,” ucap dia.
Warga berharap pemerintah ke depan bisa membangun jembatan yang permanen agar akses antara dua kampung lebih aman dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Harapannya ya dibangun permanen biar bisa dilintasi kendaraan. Ini kan penghubung RW 4 dan RW 1. Penting banget buat warga,” terangnya.
Camat Karangtanjung, Endin Haerudin membenarkan adanya aksi gotong royong warga untuk membangun jembatan darurat di Kampung Ciliang tersebut.
“Benar, kemarin warga sudah melakukan gotong royong secara swadaya untuk pembangunan jembatan sementara di Ciliang,” kata Endin saat dihubungi.
Menurut Endin, pembangunan sementara menggunakan material bambu agar akses antar kampung tetap terbuka, khususnya bagi anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas harian.
“Yang penting masyarakat dari dua kampung bisa tetap lewat dulu,” ujarnya.
Endin menyebutkan, bahwa material pembangunan untuk jembatan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah diturunkan ke lokasi. Namun, pelaksanaan pembangunannya masih menunggu proses lebih lanjut dari pihak PU.
“Material dari PU sudah ada di lokasi. Tinggal proses pemasangan di lapangan. Untuk sementara, warga hanya membangun jembatan darurat dulu,” jelasnya.
Saat ditanya soal kepastian waktu pembangunan jembatan permanen, Endin menjelaskan rencananya akan segera dilaksanakan, mengingat kebutuhan akses sangat mendesak.
“Kayaknya secepatnya akan dibangun. Yang jelas materialnya sudah siap di lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah jembatan bambu yang menghubungkan antar kampung tepatnya di Kampung Ciliang, Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, ambruk usai dilintasi seorang santri menggunakan motor.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











