KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangsel terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menguatkan peran koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam sambutannya pada Peringatan Hari Koperasi ke-78 Tingkat Kota Tangerang Selatan, Kamis, 24 Juli 2025, di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Center, BSD Serpong.
Benyamin menyampaikan bahwa koperasi dan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Tangsel, terutama dalam menghadapi masa pemulihan pasca pandemi.
Ia menyebut, saat perekonomian sempat terkontraksi akibat COVID-19, kontribusi koperasi dan UMKM menjadi penopang utama bangkitnya ekonomi kota yang kini tumbuh positif mencapai kisaran 4 persen.
“Koperasi adalah wujud nyata dari ekonomi kerakyatan. Di Tangsel, kekuatannya tidak hanya pada modal besar, tapi pada semangat gotong royong, inovasi, dan digitalisasi,” ujar Benyamin.
Tangsel telah membentuk 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh kelurahan yang diharapkan segera beroperasi untuk mendukung ekonomi lokal, menekan inflasi, dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
Saat ini, angka kemiskinan di Tangsel berada pada level 2,2 persen, sementara kemiskinan ekstrem tercatat 0,8 persen.
Pemerintah juga mencatat lebih dari 750 koperasi aktif di Tangsel, meskipun sekitar 300 di antaranya masih dalam status tidak aktif. Untuk itu, revitalisasi dan penguatan kelembagaan koperasi menjadi fokus utama ke depan, seiring upaya transformasi digital.
“Kami mendorong koperasi dan pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan era digital. Digitalisasi adalah kunci efisiensi, peningkatan daya saing, dan perluasan akses pasar,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret adalah melalui program Entrepreneur Hub 2025, yang bertujuan membina UMKM agar mampu berkolaborasi dengan pasar, lembaga keuangan, dan teknologi digital.
Tiga sektor utama yang menunjukkan pertumbuhan pesat di Tangsel antara lain kuliner, fashion, dan kerajinan (craft).
Benyamin juga menyoroti kolaborasi antara koperasi, dunia usaha, sektor pendidikan, dan lembaga riset, termasuk dukungan fasilitas dari BRIN untuk pemanfaatan teknologi oleh UMKM.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan dan program yang pro-rakyat serta membuka ruang partisipasi semua pihak dalam pembangunan ekonomi berbasis inovasi,” ujarnya.
“Dengan koperasi dan UMKM yang terintegrasi secara digital, kita ingin menjadikan Tangsel sebagai model pengembangan ekonomi perkotaan yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Benyamin.
Editor: Abdul Rozak











