KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sebuah obrolan santai antara Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie dan Bupati Pandeglang, R. Dewi Setiani dalam kegiatan retret kepala daerah, menjadi titik awal terbentuknya kerja sama pengelolaan sampah antara dua wilayah tersebut.
Apa yang dimulai sebagai pembicaraan informal, kini berujung pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi terkait penanganan persampahan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa pertemuan antara Benyamin dan Dewi saat retret itu membahas persoalan krusial seputar pengelolaan sampah, khususnya di wilayah Jabodetabek yang padat penduduk. Tangsel sendiri saat ini mengalami kelebihan kapasitas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.
“Obrolan ini sudah cukup lama. Diawali oleh Pak Wali Kota saat retret bertemu dengan Ibu Bupati Pandeglang. Mereka berbicara soal kerja sama sampah, dan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Pilar saat acara penandatanganan PKS di aula kantornya, di Puspemkot Tangsel, Jumat 25 Juli 2025.
Pilar menambahkan, setelah pembicaraan awal tersebut, dirinya mendapat mandat dari Benyamin untuk bertemu langsung dengan Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, guna menindaklanjuti wacana kerja sama tersebut.
Setelah melalui berbagai diskusi panjang, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan. “Alhamdulillah, dengan pertolongan dan ridho Allah, kerja sama yang kita bangun ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Pandeglang maupun di Tangsel,” ujarnya.
Pilar mengatakan, sebagai solusi jangka menengah, sampah dari Tangsel akan dikirim ke TPA Bangkonol di Kabupaten Pandeglang. Pemerintah Kota Tangsel menetapkan skema tipping fee sebesar Rp250.000 per ton di tahun pertama. Skema ini berlaku selama empat tahun, dengan kenaikan bertahap:
Tahun pertama: Rp250.000 per ton
Tahun kedua: Rp260.000 per ton
Tahun ketiga: Rp270.000 per ton
Tahun keempat: Rp280.000 per ton
Dari nilai tersebut, Rp20.000 per ton merupakan Kontribusi Dalam Negeri (kompensasi dampak negatif) yang sudah termasuk dalam tipping fee.
Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo menambahkan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar yang akan digunakan secara bertahap untuk mendukung operasional kerja sama, termasuk biaya pengangkutan, perlengkapan, dan pembayaran tipping fee. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2025.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











