TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Keinginan warga Kota Tangsel untuk mendapat layanan transportasi alternatif selain bus dan KRL, yakni Mass Rapid Transit (MRT) semakin menjadi kenyataan.
Progres dari pembangunan rel MRT yang akan menghubungkan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan wilayah Serpong, Kota Tangsel sudah memasuki penyusunan studi kelayakan (feasibility study) yang akan menjadi dasar pembangunan MRT ke wilayah Tangsel.
Berikut 5 fakta mengenai pengembangan rute MRT Jakarta-Tangsel:
1. Wacana Digulirkan Sejak 5 Tahun Lalu
Wali Kota Tangsel terdahulu, Airin Rachmi Diany adalah kepala daerah pertama yang menggulirkan wacana MRT masuk Tangsel di tahun 2020, atau 5 tahun lalu.
Wacana ini kemudian kembali muncul saat Pilkada Kota Tangsel. Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan menjadikan wacana pembangunan MRT sebagai salah satu bahan kampanye mereka. Kemudian usai terpilih, Benyamin-Pilar kembali menggaungkan pembangunan MRT.
2. Di awal tahun 2025, Pemerintah DKI Jakarta dan PT MRT melakukan penjajakan komunikasi dengan Pemkot Tangsel.
3. MRT Rute Jakarta-Tangsel Masuk Proyek PSN
Pada pertengahan tahun 2025, Pemerintah Pusat memasukan pembangunan MRT rute Jakarta-Tangsel sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan MRT rute Jakarta-Tangsel juga masuk ke dalam Rancana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025.
4. Biaya pembangunan MRT Ditanggung Bersama Antara PT MRT dan Sinarmas melalui skema investasi murni.
Pada Kamis 24 Juli 2025, PT MRT Jakarta dan Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai, Tbk menyepakati penjajakan potensi kerja sama terkait pengembangan jaringan MRT dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan menuju ke wilayah Serpong, Tangerang Selatan.
Penjajakan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU, disaksikan Wakil Gubernur Provinsi Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, dan Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Christopher Siswanto.
5. Peran Pemkot Tangsel Sediakan Feeder dan Pembebasan Lahan
Pemkot Tangsel sendiri menegaskan tidak akan mengeluarkan sepeserpun uang APBD dalam megaproyek ini. Meski begitu, menurut Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Pemkot Tangsel akan mengambil bagian menyediakan feeder, transportasi umum yang akan diintegralkan dengan MRT. Benyamin mengatakan, Pemkot Tangsel juga akan bersedia untuk mengkoordinasikan pembebasan lahan rute yang dilalui MRT.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











