LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak telah memasuki masa panen padi. Sejauh ini, panen padi kedua tahun 2025 yang dihasilkan cukup baik.
Cukup baiknya panen padi yang dihasilkan petani, lantaran disokong oleh kebutuhan air yang cukup, setelah tahun 2024 lalu para kelompok tani mendapat bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian RI.
“Alhamdulillah, padinya sudah mulai dipanen, cukup puas hasil panennya,” kata Umar, petani asal Desa Ciberem, Kecamatan Maja, Sabtu, 2 Agustus 2025
Menurut dia, pada musim tanam kali ini, petani setempat sangat ditunjang oleh pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Umar juga mengaku beruntung terbebas dari serangan organisme pengganggu tanaman atau hama pengganggu.
“Panen padi tahun ini tidak ada gangguan hama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak, Rahmat mengatakan, saat ini petani di Lebak sudah mulai memaski panen gabah, seperti di Kecamatan Maja, Muncang, Cibadak, Rangkasbitung dan sentra penghasil padi lainnya.
“Puncak panen padi diperkirakan Agustus sampai September,” kata mantan Camat Gunungkencana ini.
Rahnat mengatakan, hingga Juni 2025, produksi beras yang dihasilkan oleh petani di Lebak mencapai 241.690 ton. Padahal, kebutuhan beras yang dikonsumsi oleh masyarakat Lebak mencapai 154.253 ton per tahun.
“Hingga Juni, kita sudah surplus beras 164.563 ton. Insya Allah, kebutuhan beras sampai akhir tahun, bahkan sampai lebaran Idul Fitri tahun 2026 terlah tercukupi,” kata mantan Camat Cibadak ini.
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas lahan sekira 304.472 hektare, terdiri dari, sawah seluas 47.760 hektare dan lahan darat seluas 256.711,8 hektare.
Dari lahan seluas itu, sebagain besar adalah kawasan pedesaan yang masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani.
“Dengan memiliki lahan tanam seluas itu, usaha padi sawah yang dihasilkan petani Lebak cukup besar dan bisa diandalkan sebagai salah satu daerah lumbung padi di Provinsi Banten,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











