SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek pembangunan Jembatan Pelawad 2 di kawasan Puri Beta, Larangan Utara, Kota Tangerang, kini jadi sorotan publik. Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas lokal, kemacetan parah yang ditimbulkan proyek ini bahkan berdampak hingga ke Ibu Kota.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga halte CSW Transjakarta di Jakarta, membuat penumpang harus menunggu hingga tiga jam untuk bisa naik transportasi umum. Situasi ini mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten untuk bergerak cepat.
“Kita tidak mau kondisi ini terus berlanjut secara berkepanjangan,” kata Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, Jumat 15 Agustus 2025.
Proyek Jembatan Pelawad 2 sejatinya bertujuan baik, yakni untuk mengatasi banjir di kawasan Larangan dengan meningkatkan kapasitas aliran Kali Cantiga. Namun, pengerjaannya yang berdampak langsung pada kemacetan memicu keluhan warga dan pengguna jalan.
Jembatan yang sebelumnya selebar 12 meter, kini tengah diperluas menjadi 17 meter dan dinaikkan satu meter dari posisi semula. Berdasarkan data dari LPSE Provinsi Banten, proyek ini memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp7 miliar dan ditargetkan rampung dalam 167 hari kerja atau sekitar akhir Desember 2025.
Arlan menjelaskan bahwa kemacetan semakin parah saat hujan turun, karena banyak pengendara sepeda motor memilih berteduh di bawah flyover.
“Kemacetan parah terjadi karena pada saat hujan banyak pengendara roda dua berteduh di flyover Jakarta,” ujarnya.
DPUPR pun kini memperketat koordinasi dengan pihak kontraktor agar pengerjaan bisa dipercepat, terutama menjelang musim penghujan yang bisa memperparah kondisi jalan dan keterlambatan pengerjaan.
“Untuk pelaksanaan pekerjaan kita arahkan kontraktor untuk mengikuti semua arahan pihak kepolisian, baik dari segi waktu kerja maupun peralatan yang digunakan, ini untuk menyesuaikan dengan lalu lintas sekitar,” pungkas Arlan.
Editor : Merwanda











