slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Merestorasi Keislaman dan Keindonesiaan pada  Momentum Agustusan

Redaksi by Redaksi
17-08-2025 17:56:23
in Wacana Publik
Il

Ilustrasi AI.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : M. Ishom, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Tanggal 17 Agustus selalu menjadi titik temu antara sejarah dan harapan. Melalui momentum Agustusan, bangsa Indonesia mengenang kembali perjuangan panjang menuju kemerdekaan, sembari menatap masa depan yang penuh tantangan. Namun, peringatan kemerdekaan bukan sekadar ritual tahunan. Ia seharusnya menjadi momen reflektif untuk meninjau kembali nilai-nilai dasar yang membentuk Indonesia—termasuk keislaman dan keindonesiaan.

Baca Juga :

Muharram Momentum Menata Masa Depan 

Menggugat Sesat Pikir Implementasi Pancasila dari Hipogram Orde Baru Menuju Ruang Dialektika Papan Catur

Idul Adha, Teladan Keluarga Nabi Ibrahim

Haji dan Makna Perjalanan Spiritual 

Relasi antara Islam dan Indonesia merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa ini. Islam tidak hadir sebagai kekuatan asing, tetapi tumbuh secara organik di tengah masyarakat Nusantara, menyatu dengan budaya, dan turut membentuk struktur sosial serta etika publik. Peran umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan, baik melalui jalur politik maupun kultural, menjadi bukti nyata bahwa keislaman dan keindonesiaan bukan dua kutub yang berlawanan, melainkan dua kekuatan yang saling menguatkan.

Namun, perkembangan mutakhir menunjukkan adanya jarak yang mulai melebar antara ekspresi keislaman dan identitas kebangsaan. Sebagian kelompok mencurigai nasionalisme sebagai bentuk sekularisme yang mengikis iman, sementara sebagian lain memandang simbol-simbol keislaman sebagai ancaman terhadap pluralitas. Narasi ini, jika terus dibiarkan, berisiko merusak tenun kebangsaan yang selama ini dijaga melalui dialog, toleransi, dan semangat gotong royong.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merestorasi keislaman dan keindonesiaan secara bersamaan. Restorasi di sini bukan dalam arti mengembalikan kepada bentuk lama, melainkan memperbaharui spirit keduanya agar lebih relevan dengan konteks kekinian. Keislaman yang direstorasi adalah keislaman yang mencerminkan nilai-nilai universal Islam: keadilan, kasih sayang, kejujuran, dan penghargaan terhadap kehidupan. Sementara keindonesiaan yang direstorasi adalah keindonesiaan yang menjunjung tinggi kebhinekaan, menjamin keadilan sosial, dan membuka ruang partisipasi bagi semua warga negara tanpa diskriminasi.

Kita tidak kekurangan sumber daya untuk melakukan ini. Tradisi keislaman di Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari pemikiran ulama klasik, khazanah pesantren, hingga praktik sosial Islam Nusantara yang adaptif dan damai. Demikian pula dengan keindonesiaan yang dibangun di atas fondasi Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Yang dibutuhkan adalah komitmen kolektif untuk menjembatani kembali kedua kutub ini ke dalam ruang publik, pendidikan, dan kebijakan.

Pendidikan memiliki peran sentral dalam proses restorasi ini. Generasi muda harus diajarkan bahwa menjadi Muslim yang taat dan menjadi warga negara yang baik bukanlah dua identitas yang bertabrakan. Kurikulum sekolah, narasi media, serta peran keluarga harus diarahkan untuk membentuk pribadi yang religius sekaligus nasionalis. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan berdaya saing.

Momentum kemerdekaan tahun ini pun seharusnya dijadikan ajang refleksi bersama. Kita patut bertanya: apakah kemerdekaan yang kita rayakan setiap tahun benar-benar telah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan? Apakah nilai-nilai Islam yang mendorong perlawanan terhadap kolonialisme dulu masih hidup dalam praktik sosial kita hari ini?

Realitasnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Ketimpangan ekonomi yang tinggi, maraknya korupsi, intoleransi yang muncul di ruang digital, serta krisis kepercayaan terhadap institusi publik menjadi indikator bahwa nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan perlu terus dirawat. Dalam konteks ini, restorasi bukanlah slogan, melainkan kerja nyata yang dimulai dari diri sendiri dan diperluas ke lingkungan sosial yang lebih luas.

Restorasi juga menuntut keteladanan. Para tokoh agama, pemimpin masyarakat, dan pejabat publik harus menjadi contoh dalam mempertemukan agama dan kebangsaan secara harmonis. Bukan hanya melalui pidato, tetapi melalui sikap, keputusan, dan komitmen pada etika. Kepemimpinan moral menjadi kebutuhan mendesak agar rakyat tidak terjebak pada ekstremisme atau apatisme.

Ke depan, tantangan global—baik berupa disrupsi teknologi, perubahan iklim, maupun krisis geopolitik—akan semakin memerlukan bangsa yang kokoh identitasnya, namun terbuka pada kemajuan. Islam yang moderat dan keindonesiaan yang toleran adalah dua fondasi penting untuk menjawab tantangan tersebut. Kita harus berani melangkah melampaui dikotomi lama antara agama dan negara, dan membangun sintesis baru yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Merayakan kemerdekaan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi merumuskan arah masa depan. Dan masa depan itu hanya bisa dicapai jika kita mampu merestorasi nilai-nilai luhur yang menjadi roh dari republik ini. Islam dan Indonesia bukan dua jalan yang berbeda, tetapi dua sisi dari satu cita-cita besar: membangun peradaban yang adil, beradab, dan manusiawi.

M Ishom, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Tags: HUT RIMuhammad Ishomwacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

HUT ke-80 RI, Walikota Tangerang Beri Kado Potongan Pajak 20 Persen untuk Warga

Next Post

14 WBP Lapas Rangkasbitung Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-80 RI

Related Posts

Muharram Momentum Menata Masa Depan 
Wacana Publik

Muharram Momentum Menata Masa Depan 

by Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026 19:00

Penulis : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi) Bulan Pertama Hijriah Muharram adalah bulan...

Read moreDetails

Menggugat Sesat Pikir Implementasi Pancasila dari Hipogram Orde Baru Menuju Ruang Dialektika Papan Catur

Idul Adha, Teladan Keluarga Nabi Ibrahim

Haji dan Makna Perjalanan Spiritual 

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Next Post
14 WBP Lapas Rangkasbitung Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-80 RI

14 WBP Lapas Rangkasbitung Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-80 RI

Wali Kota Tangsel Ajak Warga Warisi Semangat Pahlawan

Wali Kota Tangsel Ajak Warga Warisi Semangat Pahlawan

OJK Banten Terima 1.315 Pengaduan Masyarakat, Media Diminta Jadi Garda Terdepan Edukasi Keuangan

OJK Banten Terima 1.315 Pengaduan Masyarakat, Media Diminta Jadi Garda Terdepan Edukasi Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Magister Ilmu Komunikasi Untirta

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Untirta Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Sukawana, Serang

Kamis, 18 Juni 2026 22:07
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta.

Fraksi PKS Minta Rotasi Pejabat Pemkot Cilegon Prioritaskan OPD Pelayanan

Kamis, 18 Juni 2026 21:14
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin (Yusuf)

10 Ribu Guru SMA dan SMK di Banten Ditargetkan Mahir Coding dan AI

Kamis, 18 Juni 2026 20:55
Sidang promosi doktor Ida Rosida di Jakarta (PDIP Banten)

Cumlaude, Ketua Fraksi PDIP DPRD Banten Ida Rosida Raih Gelar Doktor IPDN

Kamis, 18 Juni 2026 20:47
Wakil Bupati Intan saat menghadiri acara Tasyakuran Purnawiyata dan Pentas Seni SD Negeri Peusar, Kecamatan Tigaraksa, Kamis 18 Juni 2026.

Wakil Bupati Tangerang Intan Hadiri Tasyakuran Purnawiyata dan Pentas Seni SDN Peusar

Kamis, 18 Juni 2026 20:38
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia saat menyampaikan jawaban Wali Kota Serang atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

SiLPA Kota Serang Capai Rp73 Miliar, Wakil Wali Kota Serang Klaim Bukti Efisiensi Anggaran

Kamis, 18 Juni 2026 18:13
Magister Ilmu Komunikasi Untirta

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Untirta Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Sukawana, Serang

Kamis, 18 Juni 2026 22:07
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta.

Fraksi PKS Minta Rotasi Pejabat Pemkot Cilegon Prioritaskan OPD Pelayanan

Kamis, 18 Juni 2026 21:14
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin (Yusuf)

10 Ribu Guru SMA dan SMK di Banten Ditargetkan Mahir Coding dan AI

Kamis, 18 Juni 2026 20:55
Sidang promosi doktor Ida Rosida di Jakarta (PDIP Banten)

Cumlaude, Ketua Fraksi PDIP DPRD Banten Ida Rosida Raih Gelar Doktor IPDN

Kamis, 18 Juni 2026 20:47
Wakil Bupati Intan saat menghadiri acara Tasyakuran Purnawiyata dan Pentas Seni SD Negeri Peusar, Kecamatan Tigaraksa, Kamis 18 Juni 2026.

Wakil Bupati Tangerang Intan Hadiri Tasyakuran Purnawiyata dan Pentas Seni SDN Peusar

Kamis, 18 Juni 2026 20:38
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia saat menyampaikan jawaban Wali Kota Serang atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

SiLPA Kota Serang Capai Rp73 Miliar, Wakil Wali Kota Serang Klaim Bukti Efisiensi Anggaran

Kamis, 18 Juni 2026 18:13

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Magister Ilmu Komunikasi Untirta

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Untirta Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Sukawana, Serang

by Agung S Pambudi
Kamis, 18 Juni 2026 22:07

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Komitmen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mendorong pembangunan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian. Salah satunya dilakukan Mahasiswa Program...

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta.

Fraksi PKS Minta Rotasi Pejabat Pemkot Cilegon Prioritaskan OPD Pelayanan

by Adam Fadillah
Kamis, 18 Juni 2026 21:14

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon meminta Pemkot Cilegon memprioritaskan pengisian jabatan pada OPD yang bersentuhan langsung dengan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak