SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten mencatat sebanyak 1.315 pengaduan masyarakat terkait layanan sektor jasa keuangan hingga Juni 2025. Angka tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap berbagai persoalan di perbankan, fintech lending, industri pembiayaan, hingga pasar modal.
Kepala OJK Banten, Adi Dharma, menegaskan bahwa setiap pengaduan ditangani secara transparan dan akuntabel sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh pengaduan masyarakat ditangani dengan cepat, akurat, dan memberikan kepastian penyelesaian. Kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan sangat bergantung pada bagaimana perlindungan konsumen dijalankan,” ujarnya dalam acara Bincang Santai Media.
Kegiatan yang dihadiri puluhan jurnalis ini sekaligus menjadi forum sinergi antara OJK dan insan pers dalam memperkuat edukasi serta literasi keuangan di Banten.
Adi menekankan, media memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat memahami layanan keuangan agar terhindar dari risiko merugikan.
OJK Banten berkomitmen menjadikan kegiatan bincang media sebagai agenda rutin untuk menjaga keterbukaan informasi sekaligus merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan berpihak pada masyarakat. Media punya peran penting untuk mengawal hal ini,” tegas Adi Dharma.
Sementara itu, Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, menambahkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan hanya bisa terwujud dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan sinergi yang solid, kita bisa memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif dan manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Banten tumbuh 5,33 persen (yoy) pada triwulan II-2025, melampaui rata-rata nasional 5,12 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh industri pengolahan serta proyek infrastruktur strategis. Namun demikian, OJK tetap memberi perhatian serius pada aspek perlindungan konsumen.
Editor: Aas Arbi











