LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyoroti terkait banyaknya jalan desa yang rusak di Kabupaten Lebak pada momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Menurutnya banyak jalan desa rusak di Kabupaten Lebak karena tidak maksimalnya penggunaan dana desa.
Hasbi menegaskan di Kabupaten Lebak ada jalan desa sepanjang 1.617 kilometer. Dirinya mengingatkan kepada kepala desa agar tidak macam-macam dan menyalahgunakan dana desa untuk kepentingan pribadi.
“Pembangunan jalan desa sudah dimulai, saya ingatkan bagi kepala desa yang hadir, kemana saja dana desa. Undang-undang nomor 6 tahun 2012 mengamatkan tentang jalan desa,” kata Hasbi saat berada di Alun-alun Rangkasbitung, Minggu 17 Agustus 2025.
“Jalan desa rusak, kepala desa mobilna forturner jeng pajero kabeh. Macem-macem jeng aing, di pariksaan kabeh dia koaing. Ulah macem-macem dia kepala desa ka aing. Ngalawan 339 kepala desa dipariksa koaing di audit koaing,” tegasnya.
Lebih lanjut Hasbi menegaskan dirinya tidak takut dan akan melakukan pemeriksaan bagi kepala desa yang bermain-main dengan dana desa.
“Emang dipikir aing sien kadaria, dipariksa. Lamun teu daek, menunjukkan itikad kepala desa membangun jalan desa bergotong-royong bersama pemerintah daerah, bergotong-royong bersama pemerintah provinsi, bergotong-royong bersama pemerintah pusat karena jalan ini berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Hasbi menyebutkan bahwa jalan harus dibangun berkualitas karena digunakan untuk kepentingan semua sehingga harus memberikan manfaat.
“Saya berikan contoh Masjid Agung Al-A’raf, Itu yang pakai hanya mereka yang beribadah. Sekolah itu yang pakai hanya murid, guru dan kepala sekolah. Sawah, irigasi yang baik itu yang memanfaatkan hanya petani tapi infrastruktur jalan dipakai oleh kita semua,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











