SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Empat lingkungan RW di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, lolos ke tingkat nasional di ajang Program Kampung Iklim (Proklim) 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.
Empat liingkungan RW tersebut, sebelumnya telah ikut berpartisipasi dalam legiatan Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) yang dilaksanakan oleh Pemkab Serang dan berkolaborasi dengan Radar Banten.
Empat lingkungan RW itu berhasil meraih juara berbagai kategori di ajang LKBA dan sukses membawa Desa Margagiri menjadi juara umum LKBA selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2022.
Lingkungan RW yang mendapatkan kategori pada LKBA tersebut masih terjaga sampai saat ini.
Keempat lingkungan yang ikut serta pada Proklim 2025 ialah RW 01, Kampung Masigit; RW 02, Kampung Kepaten; RW 03, Kampung Baketor; serta RW 05, Kampung Sumur Gading.
Pada ajang Proklim 2024, Desa Margagiri mengikutsertakan satu RW, yakni RW 04, Kampung Dukuh.
Saat itu, RW 04, Kampung Dukuh, berhasil menyabet penghargaan kategori utama.
Kepala Desa Margagiri, Ruhul Amain, membenarkan bahwa desanya mengikutsertakan empat lingkungan RW dalam pelaksanaan lomba Proklim 2025.
“Kita ikut sertakan empat RW, empat-empatnya masuk kategori nasional,” katanya saat dihubungi Radarbanten.co.od, Rabu, 20 Agustus 2025.
Ia mengatakan, di Provinsi Banten ada dua kabupaten/kota yang berhasil lolos ke nasional, yakni Kabupaten Serang dan Tangerang.
“Tangerang ada satu yang sampai tahapan verifikasi, empatnya ada di Kabupaten Serang, di Desa Margagiri,” tegasnya.
Ia mengungkapkan ada tiga lingkungan yang dilakukan verifikasi secara offline oleh Kementerian, serta ada satu lingkungan yang dilakukan verifikasi secara online.
“Jadi dari Kementerian datang langsung untuk melakukan verifikasi. Verifikasi sudah dilakukan bulan lalu. Yang diverifikasi offline punya peluang lebih besar,” ujarnya.
Ruhul mengaku mendapat informasi, pengumuman pemenang akan dilakukan pada akhir Agustus 2025.
Ia optimistis, Desa Margagiri bisa kembali memperoleh kategori di ajang tersebut.
Ia mengungkapkan, memiliki target besar yakni ingin kembali mengikutsertakan Kampung Dukuh dalam ajang Proklim, sehingga bisa memperoleh penghargaan tertinggi yakni Kategori Lestari.
“Nah, tahun ini kita belum bisa mendaftarkan Kampung Dukuh karena pada sejumlah persyaratan yang harus terpenuhi, harus membina 10 RW atau desa atau perusahaan. Saat ini baru bisa membina empat RW, tinggal membina enam lagi,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











