SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kekaguman Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus Menteri BUMN, Erick Thohir, terhadap kemegahan Banten International Stadium (BIS) berbuah komitmen untuk ikut mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di sekitarnya.
Erick menyebut stadion berkapasitas 30 ribu penonton yang berada di Kota Serang itu layak menjadi tuan rumah pertandingan tim nasional Indonesia.
Menurut Erick, BIS bukan hanya memiliki lapangan utama yang representatif, tetapi juga fasilitas penunjang berstandar tinggi yang siap mendukung penyelenggaraan pertandingan nasional maupun internasional. Hanya saja, masih diperlukan perbaikan pada akses jalan dan fasilitas luar stadion agar BIS semakin maksimal.
“Saya sudah berbicara dengan Pak Gubernur, juga nanti dengan walikota dan bupati di sini, untuk mendorong fasilitas pendukung luar stadion. Ini yang harus kita dorong bersama. Saya juga akan bicara dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi,” ujar Erick.
Selain mendorong perbaikan infrastruktur, Erick membuka peluang besar agar tim nasional Indonesia, khususnya kelompok umur, bisa bertanding di BIS pada Juni 2026 mendatang. “Insyaallah Juni depan kita coba prioritaskan Banten. Kalau kemarin U17 sudah sukses di Sumut, U16 Putri di Solo, dan U23 di Sidoarjo, saya rasa BIS sangat layak untuk jadi tuan rumah berikutnya,” tegasnya.
Erick menilai BIS juga bisa dijadikan pusat pembinaan sepak bola di Banten. Stadion ini disebutnya berpotensi menjadi basis penyelenggaraan berbagai kompetisi resmi, dari tingkat daerah hingga nasional.
Meski sudah mendengar kabar tentang kemegahan BIS, Erick mengaku tetap terkejut melihat langsung fasilitas stadion yang menurutnya menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. “Saya terkejut, walaupun sebenarnya sudah tahu. Cuma saya tidak menyangka fasilitas Banten International Stadium ini bagus banget, salah satu yang terbaik di Indonesia. Saya sudah melihat beberapa stadion di berbagai daerah, dan menurut saya BIS benar-benar bisa jadi kebanggaan Banten,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











