PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang ikut ambil bagian dalam parade karnaval budaya yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang.
Dari pantauan RADARBANTEN.CO.ID, arak-arakan berlangsung meriah mengelilingi kawasan Alun-alun Pandeglang. Para pelajar tampil dengan berbagai kostum adat dan kreasi unik, mulai dari ala Abang Bakso Jawa, baju adat Pangsi Taqwa Pandeglang, hingga burung garuda.
Tak hanya kostum, parade juga semakin semarak dengan iringan musik marawis. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya di Pandeglang, sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Zultika, mengatakan parade budaya ini menjadi sarana penanaman jati diri bangsa sekaligus upaya melestarikan budaya lokal agar tidak tergerus oleh budaya luar.
“Sehingga anak-anak muda kita tidak melupakan budayanya sendiri. Dengan kegiatan ini, kebudayaan kita akan terus tetap lestari,” kata Rahmat Zultika, Minggu 24 Agustus 2025.
Rahmat menambahkan, parade budaya kali ini diikuti sekitar 600 pelajar dari 10 sekolah, terdiri atas 4 SD dan 6 SMP di beberapa kecamatan.
“Jadi ada sepuluh sekolah, 4 SD dan 6 SMP yang ada di Kecamatan Pandeglang, Karangtanjung, Cadasari, Cimanuk, Cibitung, Saketi, dan Mandalawangi,” jelasnya.
Menurut Rahmat, kegiatan ini merupakan bagian dari program Kreativitasi Gelar Seni Unggulan Sekolah (Genius) yang menjadi agenda tahunan Disparbud. Program ini bertujuan untuk mengapresiasi karya seni pelajar sekaligus mengenalkan budaya daerah sejak usia sekolah.
“Kami ingin anak-anak lebih kenal dengan seni dan budaya daerahnya. Dengan begitu, budaya lokal tetap hidup di tengah generasi muda,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana











