SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengajak seluruh Ormas Islam di Kota Serang untuk bersatu mendukung program Serang Mengaji, sebuah gerakan masif membaca Al-Qur’an yang menyasar semua lapisan, dari pelajar hingga aparatur pemerintahan.
Ajakan ini disampaikan Budi saat menyoroti maraknya persoalan moral di kalangan anak muda. Ia menegaskan, Serang Mengaji bukan sekadar program keagamaan, tetapi benteng akhlak dan karakter generasi muda Kota Serang.
“Harapan besar saya, ketika program ini berjalan, anak-anak kita bisa senang membaca Al-Qur’an. Itu harus menjadi dasar akhlak sekaligus masa depan mereka,” ujar Budi, Minggu, 31 Agustus 2025.
Budi menekankan pentingnya kolaborasi dengan ormas Islam dan para ulama, termasuk FSPP, LPTQ, MUI, dan lembaga keagamaan lain agar program ini tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar membumi hingga tingkat RT dan sekolah.
Program Serang Mengaji diterapkan tidak hanya di masyarakat, tetapi juga di sekolah-sekolah. Setiap siswa SD dan SMP di Kota Serang diwajibkan membaca Al-Qur’an selama 10 hingga 15 menit sebelum memulai pelajaran.
Langkah ini, kata Budi, sebagai cara preventif untuk membangun kedekatan anak-anak dengan nilai-nilai Qur’ani, di tengah makin meningkatnya pengaruh negatif lingkungan.
“Banyak anak muda ikut geng motor, melakukan hal-hal yang tidak baik. Nah, ini kita mulai dari dasar. Selain pelajaran agama di sekolah, kita dorong mereka agar gemar mengaji,” tuturnya.
Tak hanya masyarakat dan sekolah, lingkungan pemerintahan juga diwajibkan terlibat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan menggelar kegiatan mengaji rutin, bahkan Budi menyatakan siap turun langsung memberi contoh.
“Nanti saya juga ikut ngaji bersama. Di OPD pun akan ada ngaji,” tegasnya.
Lewat gerakan Serang Mengaji, Pemkot Serang berharap bisa menanamkan nilai agama sejak dini sebagai solusi jangka panjang menghadapi krisis moral dan sosial yang makin kompleks di kalangan generasi muda.
Editor: Merwanda











