LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pelaksanaan Festival Seni Multatuli (FSM) 2025 yang seharusnya digelar pada 5-7 September 2025 resmi ditunda. Keputusan tersebut diambil menyusul suasana duka yang tengah dirasakan oleh masyarakat, serta situasi di beberapa daerah yang belum sepenuhnya kondusif akibat gelombang aksi demonstrasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Festival yang biasanya diadakan di sekitar kawasan Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, itu sejatinya telah memasuki tahap akhir persiapan. Namun, melihat perkembangan terakhir dan berbagai pertimbangan keamanan, pelaksanaannya harus dijadwalkan ulang hingga waktu yang lebih tepat.
Direktur Festival Seni Multatuli 2025, Niduparas Erlang, menyatakan sehubungan dengan situasi nasional dan daerah, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap suasana duka yang tengah kita rasakan bersama, Yayasan Festival Seni Multatuli dan Tim Kerja Festival Seni Multatuli 2025 Semarak Budaya Indonesia menyatakan bahwa:
“Festival Seni Multatuli 2025 Semarak Budaya Indonesia yang sedianya digelar pada 5-7 September 2025 di Alun-alun Timur Rangkasbitung, akan “ditunda” hingga waktu yang akan diumumkan kemudian,” kata Nidu dalam keterangan resmi kepada RADARBANTE.CO.ID, pada 3 September 2025.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berdiskusi panjang dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak keamanan, seniman, dan pemerintah daerah, sebelum akhirnya memutuskan untuk menunda.
“Kami percaya,semangat bersenian dan merayakan kebudayaan luhur kita tidak akan pernah surut. Kami mengajak seluruh seniman, budayawan, pegiat budaya, dan masyarakat untuk tetap menjaga energi positif, dan terus saling menguatkan serta saling jaga sambil mendoakan agar situasi kembali membaik,” ujarnya.
FSM sendiri dikenal sebagai salah satu agenda kebudayaan penting di Banten yang kerap menghadirkan seniman lokal, nasional, hingga internasional. “Mari bersama-sama menantikan momen terbaik untuk bertemu di panggung Festival Seni Multatuli 2025 Semarak Budaya Indonesia,” pungkas Nidu.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











