SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten menjadi pusat perhatian nasional setelah ditunjuk sebagai tuan rumah Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah, forum permusyawaratan tertinggi setelah muktamar, yang digelar pada 4–6 September 2025 di Hotel Horison Ratu, Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader perempuan muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia untuk menyusun strategi dan arah gerakan menghadapi tantangan sosial, ideologi, hingga politik kebangsaan.
Ketua Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Banten, Unaimah Sanaya, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Banten.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Muhammadiyah, Aisyiyah, PW Muhammadiyah Banten, pemerintah provinsi, serta warga Muhammadiyah atas penunjukan Banten sebagai tuan rumah Tanwir II. Kami berharap forum ini menghasilkan gagasan solutif dan inovatif untuk kemajuan agama, persyarikatan, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari, menekankan bahwa Tanwir II mengangkat tema “Memajukan Perempuan, Mengokohkan Peradaban”, dan mendorong lahirnya solusi dari perempuan muda Islam terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Perempuan memiliki peran strategis untuk menjawab persoalan aktual. Nasyiatul Aisyiyah harus lebih baik dari kemarin, hadir memajukan perempuan, dan mengokohkan peradaban Islam yang berkemajuan,” katanya.
Adapun program prioritas yang dibahas meliputi penguatan ideologi Muhammadiyah, pelatihan mubaligah, kesetaraan gender, literasi digital, sekolah politik kebangsaan, hingga gerakan peduli lingkungan seperti Go Green dan 100 Duta Green Nasyiah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam sambutannya menekankan pentingnya tiga hal: memperkuat persatuan bangsa, membangun karakter melalui pendidikan, serta mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta.
“Islam harus dihadirkan dengan amal nyata, membela kaum mustadafin, serta menguatkan iman, ilmu, dan perbuatan sebagai kunci peradaban,” tegasnya.
Gubernur Banten Andra Soni turut hadir dan menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan perempuan muda. Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan kekuatan utama dalam membentuk generasi bangsa.
“Perempuan adalah guru pertama dalam rumah tangga, madrasah pertama bagi anak-anak. Dari perempuan lahir generasi dengan spiritualitas, moralitas, ekonomi kreatif, dan kemampuan digital. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen bersinergi dengan Nasyiatul Aisyiyah untuk membangun Banten yang lebih maju,” ungkapnya.
Tanwir II diharapkan menjadi forum penguatan peran strategis perempuan muda dalam dakwah, pemberdayaan sosial, dan pembangunan peradaban Islam yang berkemajuan, dengan Banten sebagai lokomotif gerakan tersebut di tingkat nasional.
Editor : Merwanda











