PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Baru, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, memastikan distribusi dan kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar benar-benar diawasi ketat. Setiap menu yang disajikan dikaji oleh ahli gizi, dan jika tidak disukai siswa, langsung dievaluasi sebagai bahan perbaikan.
Kepala SPPG Cahaya Baru, Ridwan Hidayat, menyatakan bahwa variasi menu MBG disusun bergilir setiap dua minggu dan dipantau secara khusus berdasarkan respons siswa.
“Untuk menu juga pasti kita dikaji oleh ahli gizi, jadi dua minggu itu menu berganti-ganti. Dan ketika menu hari ini ibaratnya tidak disukai oleh siswa untuk sisa makanan itu kita kilo juga ketika makanan itu tidak disukai siswa sebagai bahan pertimbangan bahan evaluasi,” ungkapnya, Kamis 4 September 2025.
Guna mencegah risiko Keracunan Makanan atau Kejadian Luar Biasa (KLB), Ridwan menegaskan bahwa pihaknya menerapkan pengawasan ketat terhadap para relawan dapur. Seluruh relawan wajib menjalani medical check up sebelum diperbolehkan mengolah makanan.
“Untuk mengantisipasi KLB kita itu menghindari dari segi para relawan, jadi untuk mengantisipasi KLB para relawan juga sudah melakukan medical check up, karena mereka yang mengelola makanan tersebut,” ucapnya.
Selain pengawasan internal, SPPG juga menggandeng Puskesmas Bangkonol dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang untuk melakukan inspeksi dapur dan pemeriksaan suplai bahan makanan.
“Kita juga sudah kroscek terkait supplier yang akan masuk ke dapur itu, bagaimana mereka menyediakan barang-barang untuk kita yang ibaratnya supaya terjamin untuk siswa ini sebagai generasi bangsa,” tuturnya.
Ridwan berharap program MBG tidak hanya meningkatkan asupan gizi, tapi juga mendorong angka kehadiran dan semangat belajar siswa.
“Dari kehadiran siswa juga bisa lebih meningkat juga, terus untuk pemenuhan bagi siswa juga bisa terpenuhi,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











