LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak tengah bersiap meluncurkan program pendidikan alternatif yang tak biasa. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), dua jenjang Sekolah Rakyat tingkat dasar dan menengah pertama akan segera dimulai dengan sistem boarding school ala pesantren modern.
Program ini bakal digelar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lebak, Jalan Rangkas–Bogor, Kecamatan Maja. Segala fasilitas, mulai dari pengajar, asrama, hingga sarana belajar, sudah disiapkan. Kini, tinggal menunggu satu hal: restu dari pemerintah pusat.
“Untuk pelaksanaan ditargetkan tanggal 22 September 2025 untuk MPLS-nya, tetapi itu masih kondisional karena menunggu keputusan dari kementerian,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Lebak, Lela Gifty Cleria, Kamis, 11 September 2025.
Lela menyebutkan, sebanyak 100 siswa telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, 75 orang akan mengikuti Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 25 orang di Sekolah Rakyat Dasar (SRD).
“Alhamdulillah animo masyarakat cukup tinggi, meskipun kuota masih terbatas. Ini menjadi langkah awal untuk menjawab kebutuhan pendidikan dasar di masyarakat,” ungkapnya.
Yang menarik, SRD dan SRMP ini menggunakan sistem yang sama dengan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang telah lebih dulu berjalan — berbasis boarding school. Artinya, siswa akan tinggal dan belajar di lingkungan asrama yang sudah difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah.
“Sistem sekolah yang dilakukan boarding. Di mana nantinya anak-anak akan ditempatkan di asrama, sama sistemnya seperti SRMA,” jelas Lela.
Editor : Merwanda











