SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banten kini memasuki fase siaga bencana. Potensi banjir, longsor, angin kencang hingga banjir bandang yang mengintai wilayah ini mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk menyiagakan ribuan personelnya di lapangan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih, beberapa wilayah seperti Lebak dan Pandeglang dikenal sebagai zona rawan, bahkan sempat dihantam tsunami pada tahun 2018 lalu.
Kapolda Banten Brigjen Hengki menegaskan, penanggulangan bencana tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.
“Kita di Sabhara punya 600 personel, dan nanti kita juga akan libatkan seluruh personel lainnya jika dibutuhkan dalam melakukan penanggulangan bencana ini,” kata Kapolda Banten di Kota Serang, Kamis 18 September 2025.
Menurutnya, apel kesiapsiagaan bencana yang digelar bersama seluruh stakeholder menjadi bentuk kolaborasi nyata lintas lembaga dalam mengantisipasi bencana alam.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan baik secara individu maupun institusi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam,” ucapnya.
Hengki juga meminta personel kepolisian untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dalam upaya membangun budaya siaga bencana. Ia menekankan pentingnya sinergi dan menghapus ego sektoral dalam penanganan situasi darurat.
“Kita minta semua pihak dapat menghilangkan ego sektoral dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Karena bencana merupakan tanggung jawab semua pihak, bukan pemerintah setempat saja,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











