LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Lebak tengah bersiap menyambut wajah baru sektor pariwisatanya lewat pembangunan Agrowisata Cikapek, destinasi wisata alam dan edukasi yang berlokasi di Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar. Dibangun di atas lahan seluas 52 hektare, kawasan ini digadang-gadang menjadi salah satu magnet wisata unggulan di Banten.
Proyek yang mulai dibangun sejak 2024 ini tidak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga pengalaman wisata lengkap dengan berbagai fasilitas modern dan edukatif.
“Agrowisata Cikapek akan menghadirkan berbagai fasilitas, mulai dari glamping, penginapan, camping ground, green house, miniatur Baduy, area perkebunan, rest area, tracking, jogging track dan trek sepeda,” kata Usep Suparno, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 18 September 2025.
Hingga September 2025, progres pembangunan telah mencapai 19 persen. Sejumlah fasilitas awal seperti rest area, masjid, dan area parkir telah selesai dibangun.
“Sampai saat ini yang sudah selesai dibangun adalah rest area, masjid, serta area parkir. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan sesuai perencanaan,” tuturnya.
Dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp 12 miliar hingga Rp 3,8 miliar pada 2024 dan Rp 8,2 miliar pada 2025. Pemerintah daerah berharap Agrowisata Cikapek dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka ruang edukasi bagi generasi muda.
Fasilitas seperti green house dan area perkebunan dirancang agar pengunjung, khususnya pelajar, dapat belajar langsung tentang pertanian dan pelestarian lingkungan.
10 Fasilitas yang Akan Hadir di Agrowisata Cikapek:
Glamping
Penginapan wisata
Camping ground
Green house edukatif
Miniatur kawasan adat Baduy
Area perkebunan
Rest area
Trekking trail
Jogging track
Trek sepeda
Dengan mengusung konsep wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi, Agrowisata Cikapek diharapkan menjadi destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tapi juga membangun kesadaran lingkungan dan kebanggaan lokal.
Editor : Merwanda











