PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh blunder setelah videonya viral di media sosial. Zudan menyebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanyalah ‘tenaga siap pakai hanya untuk mengisi kekosongan jabatan PNS’.
Ucapan itu disampaikan Zudan dalam forum di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, pada 14 Agustus 2025. Potongan video kemudian diunggah akun TikTok @sekolahpasca.unilak dan menyebar luas.
“PNS itu adalah jenjang karier asli yang dipersiapkan dari awal, ketika formasi PNS itu tidak dapat diisi oleh PNS maka diangkatlah PPPK,” kata Zudan dalam video tersebut.
Pernyataan itu membuat meradang bagi tenaga honorer yang merasa diremehkan. Kritik muncul dari Kabupaten Pandeglang.
Ketua Forum Honorer Pandeglang, Santosa Nugraha, menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menilai ucapan itu melukai perasaan tenaga honorer dan PPPK.
“Kami sangat keberatan dan menyayangkan sekali. Seharusnya pejabat publik memberikan pernyataan yang menyejukkan, apalagi arahan presiden juga seperti itu,” ungkapnya, Kamis 18 September 2025.
Santosa juga menyoroti ucapan Zudan yang menyebut kontrak PPPK habis lalu “silakan piknik, jangan demo-demo”. Menurutnya, pernyataan itu tidak pantas keluar dari pejabat setingkat kepala BKN.
“Harapan kami, ke depan PPPK bisa diangkat menjadi ASN penuh. Jangan lagi ada istilah yang merendahkan tenaga honorer atau PPPK,” tambahnya.
Editor : Merwanda











