CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten unjuk gigi dalam pameran teknologi tepat guna yang digelar Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banten di Alun-alun Kota Cilegon, Sabtu 27 September 2025.
Dalam pameran yang merupakan rangkaian acara dari Pekan Daerah (Peda) KTNA VII Banten 2025 ini, Distan memamerkan varietas anggur lokal hasil dari budidaya petani asal Banten.
Pemilihan anggur sebagai salah satu komoditas unggulan yang ditampilkan dalam pameran ini lantaran memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Banten. Kontur tanah yang cocok serta tingginya minat petani menjadi modal penting untuk pengembangan budidaya anggur di daerah ini.
Plt Sekretaris Distan Banten Eri menjelaskan, saat ini sudah banyak petani yang mulai membudidayakan berbagai varietas anggur. Namun, kebanyakan masih berjalan secara mandiri.
“Untuk mengoptimalkan produksi, Distan akan merangkul para petani agar mendapat pendampingan, baik dalam proses produksi maupun pascapanen. Harapannya, budidaya anggur di Banten bisa semakin berkembang,” ujarnya.
Menurut Eri, sebagian petani sudah memanfaatkan bibit anggur impor yang dipadukan dengan varietas lokal sehingga menghasilkan jenis baru dengan cita rasa berbeda, namun tetap manis. Menariknya, dengan teknologi budidaya modern, masa panen anggur bisa diatur sehingga tidak tergantung musim.
“Kalau anggur impor sifatnya musiman. Sementara anggur di Banten bisa dipanen kapan saja,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Anggur Banten, Aat Jamiat, menuturkan dirinya telah mengembangkan sejumlah varietas seperti Saiku, Jupiter, dan Rapidrasion. Setiap varietas memiliki harga jual berbeda, misalnya anggur Saiku yang sudah berbuah bisa mencapai Rp3,5 juta per pohon.
“Ada nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Anggur bisa mulai berbuah di usia enam bulan setelah tanam, bahkan ada yang lebih cepat jika perawatannya maksimal,” ungkapnya.
Dengan potensi lahan dan dukungan teknologi, budidaya anggur lokal Banten dinilai mampu bersaing dengan anggur impor sekaligus memperluas pasar agribisnis daerah.
Editor: Mastur Huda











