PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menyebut peredaran narkoba di Kabupaten Pandeglang cukup tinggi. Mayoritas pengguna justru berasal dari kalangan pelajar.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN Banten, Mitha Maharani, saat pelaksanaan tes urine bagi perangkat desa dan kepala desa di Kecamatan Cadasari, Pandeglang.
“Peredarannya bisa dibilang cukup tinggi, bukan hanya narkotika tapi juga obat-obatan terlarang. Bukan paling tinggi, tapi cukup tinggi terutama di kalangan pelajar,” kata Mitha Maharani, Minggu 28 September 2025.
Menurutnya, letak geografis Pandeglang yang memiliki kawasan pesisir juga menjadi pintu masuk rawan peredaran narkoba.
“Pandeglang kan ada kawasan pesisir juga ya, seperti Labuan, itu cukup rawan,” ujarnya.
Mitha mengaku pihaknya belum memiliki data persentase peredaran narkoba di Pandeglang. Namun dari hasil tes urine di salah satu sekolah, mayoritas siswa terbukti menyalahgunakan obat-obatan terlarang.
“Dari jumlah peserta yang dites urine, sekitar 80 persen positif. Rata-rata obat-obatan, bukan narkotika,” jelasnya.
Ia menilai, tren penyalahgunaan di Pandeglang kini bergeser. Jika sebelumnya lebih banyak kasus narkotika, saat ini dominan penyalahgunaan obat-obatan.
“Sudah bergeser, jadi penyalahgunaan narkotikanya sekarang lebih ke obat-obatan untuk di wilayah Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: AGung S Pambudi











