SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten menggelar kegiatan peningkatan perlindungan dan kompetensi bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga Pulau Panjang yang berminat bekerja ke luar negeri. Mereka dibekali pengetahuan terkait regulasi ketenagakerjaan, keterampilan kerja, serta prosedur resmi penempatan PMI.
Kepala Septo Kalnadi, melalui
Kepala Bidang Perencanaan, Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnakertrans Banten, Yuni Stiasari, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk mencegah praktik penempatan ilegal sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Banten.
“Banyak permasalahan yang dihadapi PMI disebabkan karena keberangkatan mereka tidak melalui jalur resmi dan minim pemahaman hukum. Dengan pembekalan ini, kami berharap, masyarakat Pulau Panjang bisa lebih siap dan terlindungi saat bekerja di luar negeri,” ujar Yuni, Senin, 29 September 2025.
Selain materi regulasi dan prosedur, peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan dasar seperti tata boga, perawatan lansia, hingga pengenalan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan.
Menurut Yuni, kompetensi ini penting agar PMI asal Banten mampu bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Ia menambahkan, Pulau Panjang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena daerah pesisir dan kepulauan kerap menjadi sasaran perekrutan ilegal PMI.
“Kami ingin hadir langsung ke masyarakat, memberikan edukasi agar tidak mudah tergiur bujuk rayu calo. Semua harus lewat prosedur resmi agar aman,” jelasnya.
Warga yang mengikuti kegiatan ini mengaku terbantu dengan informasi yang diberikan. Mereka kini lebih memahami pentingnya mengikuti prosedur resmi dan menguasai keterampilan sebelum berangkat.
Disnakertrans Banten menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kegiatan serupa di berbagai daerah di Banten, khususnya wilayah yang rawan menjadi jalur perekrutan ilegal PMI.
Editor: Agus Priwandono











