• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Khasanah

Jalan Dandels, Sejarah Kelam 1.000 Km dari Anyer ke Panarukan

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Senin, 27 Oktober 2025 08:05
in Khasanah
0
Jalan Dandels, Sejarah Kelam 1.000 Km dari Anyer ke Panarukan

Jejak sejarah Jalan Dandels dari Anyer hingga Panarukan, saksi bisu kerja paksa dan strategi kolonial Belanda pada awal abad ke-19. / Tangkapan layar kanal YouTube Mang Dhepi

0
SHARES
174
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalan Dandels, rute legendaris dari Anyer, Serang, Banten, hingga Panarukan, Jawa Timur, masih menyimpan kisah kelam dan misteri sejarah. Jalan sepanjang 1.000 kilometer ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Belanda ke-36, Herman Willem Dandels, pada tahun 1809–1810 untuk memperlancar administrasi Hindia Belanda dan menghadapi ancaman Inggris.

Dikutip dari kanal YouTube Mang Dhepi, catatan sejarah menyebut Jalan Dandels awalnya melewati Anyer – Jakarta – Bogor – Puncak – Cianjur – Bandung – Cirebon – Pekalongan – Surabaya – Panarukan. Namun, rute di Kabupaten Serang dan Lebak masih simpang siur; beberapa warga hanya mengenal jalur Anyer hingga Serang.

Tahapan Pembangunan Jalan Dandels

Sejarawan Halwani Mihrab menjelaskan, pembangunan Jalan Dandels dilakukan dalam dua tahap.

  • Tahap pertama (1808): membuka poros Batavia–Banten, termasuk pembangunan pelabuhan utara dan selatan.
  • Tahap kedua (1809): memperluas rute dari Anyer melalui Pandeglang, dengan cabang ke Serang Utara dan Lebak Selatan, lalu berlanjut ke Tangerang, Jakarta, Bogor, hingga Panarukan.

“Di Banten banyak cabang jalan karena daerah ini kaya rempah. Anyer menjadi titik nol kilometer untuk mempermudah pengangkutan hasil bumi ke Pelabuhan Merak dan Ujung Kulon,” ujar Halwani.

Jejak Kelam dan Korban Jiwa

Sebagian jalur Jalan Dandels masih digunakan hingga kini, meski beberapa ruas menuju Pontang dan Bayah rusak dan tak lagi bisa diperbaiki. Dandels juga diketahui membangun jalan di pesisir selatan Jawa, dari Bayah ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Pangandaran, hingga Yogyakarta.

Sejarawan Dr. Hj. Degf menambahkan, selain fungsi pertahanan, jalan ini juga dimaksudkan untuk memperlancar transportasi surat dan rempah. Namun, proses pembangunannya menelan korban sekitar 15.000 jiwa akibat kerja paksa dan wabah malaria — banyak di antaranya tidak dimakamkan secara layak.

Dandels dikenal sebagai gubernur yang kejam dan otoriter, menindak tegas rakyat yang menolak bekerja. Jalan Dandels bukan sekadar jalur pos, melainkan juga alat strategi ekonomi, politik, dan administrasi kolonial Belanda.

Akhir Kekuasaan Kesultanan Banten

Pada masa Dandels, penguasa lokal tidak lagi menggunakan gelar Sultan, melainkan Pangeran. Sejak Sultan Safiuddin menandatangani perjanjian dengan Belanda pada 28 November 1808, Kesultanan Banten resmi berada di bawah kendali pemerintahan Hindia Belanda.

Reporter: Moch Madani Prasetia

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ini Jadwal SIM Keliling di Kota Serang dan Kabupaten Serang Hari Ini, Senin 27 Oktober 2025

Next Post

Senin, 27 Oktober 2025, Gubernur Banten Dampingi Wapres Tanam Mangrove dan Tinjau Sekolah Gratis di Tangerang

Next Post
Senin, 27 Oktober 2025, Gubernur Banten Dampingi Wapres Tanam Mangrove dan Tinjau Sekolah Gratis di Tangerang

Senin, 27 Oktober 2025, Gubernur Banten Dampingi Wapres Tanam Mangrove dan Tinjau Sekolah Gratis di Tangerang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Remisi Kemerdekaan

601 Napi Lapas Kelas IIA Serang Terima Remisi Kemerdekaan, 6 Langsung Bebas

by Fahmi
Senin, 17 Agustus 2026 16:22
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Sebanyak 601 narapidana (napi) di Lapas Kelas IIA Serang mendapat remisi kemerdekaan dalam rangka Hari Ulang Tahun...

Ahmad Hafid bacakan teks Proklamasi di Ciwandan

Ahmad Hafid Bacakan Teks Proklamasi di Ciwandan, Ajak Warga Perkuat Persatuan

by Adam Fadillah
Senin, 17 Agustus 2026 16:18
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Ahmad Hafid membacakan teks Proklamasi pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.