PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus mendorong percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di 399 desa dan kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan koperasi yang produktif.
Program yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa ini kini tengah memasuki tahap persiapan legalitas dan penentuan unit usaha yang akan dijalankan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang, Bunbun Buntaran, mengatakan Kopdes di wilayah Pandeglang, termasuk sebagai contoh di Kecamatan Pandeglang, sedang dalam proses menuju tahap operasional.
“Kopdes di Pandeglang ini sedang berproses menuju operasionalisasi usaha. Mereka sudah mulai menyiapkan legalitas dan menentukan unit usaha apa yang akan dijalankan. Proses ini diawali dengan musyawarah desa atau kelurahan,” kata Bunbun, Senin 27 Oktober 2025.
Dalam musyawarah tersebut, kata Bunbun, warga dan pengurus koperasi akan menentukan prioritas usaha yang akan dijalankan terlebih dahulu, seperti sembako, apotek, atau jenis usaha lain. Setelah ada kesepakatan, pengurus koperasi akan membuat proposal bisnis untuk diajukan ke bank Himbara yang menjadi mitra pembiayaan.
“Khusus untuk Pandeglang, mayoritas mitra Himbara-nya adalah BNI. Sekitar 28 kecamatan dikelola BNI, sisanya BRI, Mandiri, dan BSI,” jelasnya.
Bunbun menyebut pemerintah daerah juga telah menurunkan business assistant atau pendamping bisnis untuk membantu proses pembentukan hingga pengelolaan Kopdes. Setiap satu pendamping akan mendampingi sepuluh koperasi agar proses berjalan efektif.
Selain itu, kata Bunbun, pemerintah bersama TNI dan PT Agrinas, salah satu BUMN nasional, tengah membangun sarana dan prasarana pendukung bagi Kopdes di sejumlah titik di Pandeglang.
“Sudah ada enam koperasi yang mulai dibangun sarana prasarananya, di antaranya di Pagelaran, Cigelis, dan Cungur. Setiap bulan akan ada tujuh lokasi baru yang dibangun, dan ditargetkan pada Maret 2026 seluruh Kopdes sudah memiliki fasilitas lengkap,” tuturnya.
Untuk mendukung modernisasi, pemerintah juga menyiapkan pelatihan digitalisasi koperasi yang akan dilaksanakan bersama Dinas Koperasi Provinsi Banten dan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Pelatihannya direncanakan berlangsung awal November. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Banten untuk melatih para pengurus koperasi agar siap mengelola usaha dengan baik,” ungkapnya.
Bunbun berharap keberadaan Kopdes Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Pandeglang.
“Kalau semua berjalan sesuai rencana, pada pertengahan 2026 nanti seluruh Kopdes di Pandeglang sudah aktif menjalankan usahanya,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











