PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Korban pembacokan Aang Humaedi (Medi) dengan pelaku Aliyudin alias Duo saling kenal satu sama lain karena sama-sama tengkulak atau pengepul sawit dari para petani. Belum diketahui secara pasti penyebab kedua korban sampai cekcok adu mulut hingga berujung pada perkelahian menggunakan senjata tajam.
Namun berdasarkan informasi diterima RADARBANTEN.CO.ID, pada hari Senin, 27 Oktober 2025 sekira pukul 00.18 WIB, terjadi perkelahian antara korban Medi didampingi dua orang temanya bernama Eep Saefuloh dengan Nadi melawan Duo seorang diri.
Duo dengan Medi saling berhadapan selanjutnya saling mencabut sebilah golok. Namun naas korban Medi tewas bersimbah darah sedangkan Eep Saefuloh luka bacok pada bagian muka dan Nadi luka bacok di bagian mata kakinya.
Sedangkan Duo diketahui tidak mengalami luka bacok dan saat ini sudah menyerahkan diri ke Mapolres Pandeglang didampingi oleh kuasa hukum. Duo dan korban Medi ribut diduga kuat karena rebutan pembelian sawit dari petani warga Kampung Rancasadang, Desa Cikalong, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Sebab Korban Medi yang tewas usai duel merupakan warga Kampung Babakan Kembang, Desa Cikadu, Kecamatan Cibaliung. Sedangkan pelaku pembacokan Duo merupakan warga Kampung Dukuh Handap, Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.
Jadi antara korban dan pelaku saling kenal namun beda desa dan kecamatan namun sama-sama warga Pandeglang.
Kapolsek Cibaliung IPTU Asep Jamaludin mengatakan, terjadinya perkelahian itu berawal dari pindahnya penjualan sawit dari warga setempat biasanya dibeli oleh Medi tapi pada malam itu, Senin, 27 Oktober 2025 pukul 00.18 WIB, sawit warga sudah dibeli oleh Aliyudin alias Duo.
“Antara pelaku dan korban sebelum-belumnya memang saling kenal. Tapi sebelumya ada percekcokan tidaknya kurang tahu,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Senin, 27 Oktober 2025.
Kapolsek menjelaskan, mungkin ada ketersinggungan karena biasa masyarakat kalau jual sawit ke Medi kok tiba-tiba ke Duo.
“Makanya terjadi cekcok mulut. Awalnya yang biasa nampung sawit Medi tapi malam itu kok ke Duo,” katanya.
Jadi di TKP, dari keterangan saksi, pada malam itu ada mobil Grand Max lagi muat sawit. Pada saat di tanya di mobil ada sopirnya Duo.
“Terjadilah perkelahian satu lawan tiga orang. Adapun situasi saat ini sudah kondusif dan pelaku sudah menyerahkan diri didampingi oleh kuasa hukum,” katanya.
Reporter: Purnama
Editor: Agung S Pambudi











