SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Korem 064/Maulana Yusuf menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa dan tsunami melalui Latihan Gabungan Terpadu Bhakti Kanyini AusIndo 2025. Latihan digelar di Bayah, Kabupaten Lebak.
Latihan berskala besar ini menguji kemampuan dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah Banten.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga kemanusiaan.
Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui tindakan konkret, bukan hanya seremonial atau apel rutin.
Ia menuturkan, melalui Bhakti Kanyini AusIndo 2025, prajurit Korem 064/MY melatih kemampuan taktis dan empati kemanusiaan di medan simulasi bencana.
“Kesiapsiagaan bukan hanya apel dan seremonial, tetapi tindakan nyata di lapangan,” kata Edi, Minggu. 9 November 2025.
Bhakti Kanyini AusIndo 2025 merupakan program Mabes TNI yang melibatkan unsur TNI, Polri, BNPB, Basarnas, BPBD, PMI, serta mitra internasional dari Australia dan Amerika Serikat.
Selain latihan teknis penanggulangan bencana, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial seperti pengobatan gratis, pemeriksaan gigi, dan penyaluran sembako.
Sebanyak 600 paket sembako, air bersih, serta 200 kotak keramik disalurkan untuk membantu warga dan fasilitas ibadah di sekitar lokasi.
“Banten adalah daerah rawan gempa dan tsunami. Karena itu, latihan ini menjadi wujud kesiapan nyata TNI bersama seluruh elemen bangsa,” ujar Edi.
Melalui Bhakti Kanyini AusIndo 2025, Korem 064/Maulana Yusuf menegaskan diri sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana gempa dan tsunami, serta pengabdi untuk rakyat Banten.
Editor: Agus Priwandono











