PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dari masa kolonial Belanda. Salah satunya adalah bangunan kuno yang kini menjadi Pasar Carita, yang konon merupakan peninggalan arsitek Belanda pada abad ke-18 (XVIII).
Masyarakat setempat menyebut bangunan tua itu dengan nama “Gedong”, istilah lokal untuk menyebut bangunan megah peninggalan masa lampau. Arsitek Belanda pada masa itu dikenal sangat teliti dalam merancang desain dan memperhitungkan kondisi lingkungan — mulai dari jenis tanah hingga potensi bencana.
Kecamatan Carita sendiri berada di kawasan pesisir yang rawan gempa bumi dan tsunami. Namun, bangunan Pasar Carita hasil rancangan arsitek Belanda tersebut tetap berdiri kokoh hingga kini, menunjukkan kekuatan konstruksinya yang fleksibel terhadap kondisi alam.
Salah satu warga Carita, Hatta (60), mengatakan bahwa bangunan Gedong tersebut masih berdiri kuat sejak masa penjajahan.
“Bangunan Gedong yang kini menjadi Pasar Carita dari prasasti yang ada merupakan bangunan peninggalan abad ke-18. Tapi bangunannya masih kokoh hingga sekarang,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 13 November 2025.
Ia menambahkan, bangunan itu dibangun bersamaan dengan proyek besar kolonial Belanda lainnya, yakni pembangunan Jalan Raya Anyer–Panarukan yang terkenal sebagai jalur logistik utama Hindia Belanda.
“Dari dulu bangunan Gedong ini memang sudah digunakan sebagai pasar. Waktu zaman dulu pun, tempat ini sudah jadi pusat perdagangan seperti sekarang,” tuturnya.
Bangunan Pasar Carita memiliki empat tiang besar yang sangat kokoh dengan atap berbentuk dak beton. Namun kini, sebagian struktur aslinya tidak terlihat utuh karena tertutup oleh kios-kios pedagang.
“Empat tiangnya sebenarnya masih ada, tapi tertutup bangunan kios. Harapan kami, pemerintah bisa memberi perhatian untuk melakukan rehabilitasi atau pemugaran agar pasar ini kembali seperti aslinya,” ungkap Hatta.
Menurutnya, pemugaran sangat penting agar bangunan peninggalan Belanda ini dapat menjadi daya tarik wisata sejarah di kawasan Carita.
“Bisa dikembalikan ke bentuk aslinya tanpa harus merelokasi pedagang. Lahannya juga masih luas, jadi cukup bergeser sedikit,” katanya berharap.











