PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan signifikan jumlah kunjungan pemeriksaan selama tahun 2025.
Hingga akhir Oktober, total kunjungan sudah mencapai 4.700 pemeriksaan, naik dibanding 3.900 kunjungan pada tahun 2024.
Kasubag Tata Usaha UPT Labkesda Pandeglang, Kamaludin, menjelaskan peningkatan tersebut dipicu oleh permintaan dari berbagai instansi pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum.
“Alhamdulillah, tren tahun ini meningkat cukup signifikan. Tahun lalu tercatat 3.900 kunjungan, sedangkan sampai Oktober 2025 sudah 4.700. Masih ada dua bulan lagi, jadi kemungkinan besar jumlahnya terus bertambah,” kata Kamaludin, Sabtu 15 November 2025.
Didorong Pemeriksaan Kesehatan dan Program Pemerintah
Menurut Kamaludin, peningkatan kunjungan Labkesda tahun ini didorong oleh berbagai kegiatan pemeriksaan, mulai dari tes narkoba untuk peserta PPPK, calon kepala sekolah, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji, hingga Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang bekerja sama dengan puskesmas dan klinik.
Selain itu, Labkesda juga membuka layanan baru, seperti uji kualitas air minum, air besi, serta sampel makanan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sertifikasi Layak Sehat (SLHS) di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Layanan baru ini juga banyak dimanfaatkan oleh sekolah, pelaku usaha makanan, dan masyarakat umum yang ingin memastikan kualitas air dan bahan pangan mereka,” ujarnya.
Lonjakan di Musim Hujan
Kamaludin menambahkan, jumlah kunjungan biasanya meningkat pada musim hujan karena masyarakat banyak melakukan pemeriksaan darah untuk deteksi dini penyakit musiman.
“Biasanya banyak warga datang untuk cek darah lengkap atau uji NS1 untuk mendeteksi DBD. Ada juga yang periksa karena gejala tifoid. Pola penyakit musiman memang berpengaruh terhadap jumlah kunjungan,” jelasnya.
Sumbang PAD Lewat Status BLUD
Sebagai UPT berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Labkesda Pandeglang juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Target pendapatan tahun 2025 semula sebesar Rp1 miliar, namun dinaikkan menjadi Rp1,755 miliar setelah realisasi melampaui target awal.
“Sampai akhir Oktober, realisasi pendapatan sudah mencapai Rp1,137 miliar atau sekitar 79,03 persen dari target setelah perubahan. Harapannya, dua bulan terakhir ini bisa tembus 100 persen,” ujarnya optimis.
Tantangan dan Harapan
Meski capaian meningkat, Kamaludin mengakui masih ada tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP) dan peralatan pendukung pemeriksaan.
“Tantangan utama kami adalah menjaga ketersediaan alat dan bahan medis. Sebagai BLUD, kami harus bisa menyeimbangkan antara pelayanan, kebutuhan operasional, dan efisiensi anggaran,” tuturnya.
Ia berharap peningkatan kunjungan ke Labkesda juga mencerminkan kesadaran masyarakat yang makin tinggi terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dini.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan cepat, akurat, dan profesional agar masyarakat Pandeglang semakin sadar pentingnya deteksi dini kesehatan,” pungkasnya.











