Home Pandeglang

Data RTLH Di-update, DPKPP Catat 40 Ribu Rumah di Pandeglang Tak Layak Huni

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Selasa, 18 November 2025 09:04
in Pandeglang, Umum
0
Data RTLH Di-update, DPKPP Catat 40 Ribu Rumah di Pandeglang Tak Layak Huni

Kantor Dinas Pertanahan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPKPP) Pandeglang/Moch Madani Prasetia

0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pandeglang masih mengkhawatirkan. Dari total sekitar 68 ribu unit yang tercatat pada 2017, baru 28 ribu rumah berhasil diperbaiki hingga 2024. Artinya, masih ada sekitar 40 ribu rumah yang masuk kategori tidak layak huni dan belum tersentuh perbaikan.

Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPKPP) Pandeglang, Roni, mengatakan angka tersebut masih dapat berubah setelah proses pemutakhiran data selesai. Saat ini pemkab tengah melakukan pembaruan data RTLH sesuai arahan kementerian baru, yakni Kementerian PKP, yang mewajibkan setiap daerah memperbarui data secara akurat.

“Datanya harus benar-benar real. Ada yang punya tanah tapi tidak punya biaya untuk bangun rumah, ada yang masuk kategori backlog sudah berkeluarga tapi masih menumpang di rumah orang tua. Semua kondisi itu harus tercatat,” ungkap Roni, Senin 17 November 2025.

Dari total 339 desa dan kelurahan, baru 130 wilayah yang menyerahkan pembaruan data RTLH kepada DPKPP. Data tersebut nantinya akan diinput ke aplikasi khusus untuk mengetahui jumlah terbaru rumah tidak layak huni di Pandeglang. Untuk mendukung proses pemutakhiran, DPKPP juga membagikan formulir kuesioner kepada masyarakat agar kondisi lapangan tercatat secara akurat.

Terkait penanganan RTLH, Pemkab Pandeglang mengandalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), CSR perusahaan, bantuan Baznas, hingga pokir DPR RI.

“Tahun ini kita tangani 331 rumah dari pokir DPR RI, 34 dari APBD, dan sekitar 60 dari Baznas. Total sekitar 500 unit,” kata Roni.

Namun, angka tersebut masih sangat kecil dibanding kebutuhan perbaikan rumah yang mencapai puluhan ribu unit. Keterbatasan APBD menjadi kendala utama percepatan pembangunan rumah layak huni.

“APBD kita terbatas. Makanya kita dorong perusahaan lewat CSR, seperti dari REI. Mereka bangun perumahan di Pandeglang, ya harus ikut membantu masyarakat juga,” ujarnya.

Roni menambahkan bahwa sebagian besar warga penerima bantuan merupakan keluarga miskin. Proses verifikasi dilakukan DPKPP dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Rata-rata keluarga miskin. APBD tahun ini hanya mampu menangani 34 unit, itu pun sudah maksimal,” jelasnya.

Meski jumlah RTLH masih tinggi, Roni menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menganggapnya sebagai beban, melainkan tanggung jawab yang harus terus dijalankan.

“Ini bukan beban, tapi tanggung jawab pemerintah daerah untuk membantu warga yang rumahnya tidak layak huni. Bertahap, mudah-mudahan perbaikan bisa terus dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat melalui program Satu Juta Rumah tengah menyusun skema baru untuk mempercepat penanganan RTLH.

“Salah satu syaratnya, data dari setiap daerah harus akurat dan diperbarui secara berkala,” tutupnya.

Tags: Bantenkabupaten pandeglangPandeglangPemkab PandeglangRTLHRumah tidak layak huni
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tidak Bijak Bermedsos, Sanksi Menanti Insan Adhayksa

Next Post

Mengenal Bethsaida Hospital, Rumah Sakit Swasta Pertama di Kawasan Gading Serpong

Next Post
Mengenal Bethsaida Hospital, Rumah Sakit Swasta Pertama di Kawasan Gading Serpong

Mengenal Bethsaida Hospital, Rumah Sakit Swasta Pertama di Kawasan Gading Serpong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Koalisi Masyarakat Desak Pemprov Banten Segera Atasi Kemacetan di Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Koalisi Masyarakat Desak Pemprov Banten Segera Atasi Kemacetan di Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

by Yusuf Permana
Kamis, 6 Agustus 2026 16:09
0

Salah satu perwakilan masyarakat (berdiri) mendesak Pemprov Banten segera atasi kemacetan Jalan Bojonegara-Pulo Ampel dalam forum yang dihadiri Gubernur Banten,...

Mempertahankan Opini WTP, Ini Strategi BPKAD Kabupaten Serang 

Mempertahankan Opini WTP, Ini Strategi BPKAD Kabupaten Serang 

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 6 Agustus 2026 15:44
0

Sekretaris BPKAD Kabupaten Serang, Agus Firdaus, menyampaikan strategi untuk mempertahankan opini WTP.

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.