SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mengalokasikan anggaran besar untuk pembayaran cicilan utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) pada APBD 2026.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp138,49 miliar, yang menjadi bagian dari kewajiban pelunasan pinjaman masa lalu.
Hingga kini, Pemprov Banten masih memiliki sisa utang sekitar Rp383,45 miliar kepada lembaga pembiayaan milik negara tersebut.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menegaskan, pembayaran utang ini merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar.
Pemprov Banten mulai mencicil utang kepada PT SMI sejak 2021 dengan skema bertahap:
2021: Rp8,95 miliar
2022: Rp23,08 miliar
2023–2025: Rp138,49 miliar per tahun
2026: Rp138,49 miliar
2027: Rp138,49 miliar
2028: Pelunasan terakhir Rp106,46 miliar
Dengan pola tersebut, tunggakan utang secara perlahan diperkecil hingga ditarget tuntas pada 2028. “Jadi bayar utang masa lalu,” kata Dimyati menegaskan.
Pinjaman dari PT SMI sebelumnya digunakan untuk pembangunan Banten International Stadium (BIS) proyek besar yang kini telah difungsikan untuk berbagai kegiatan nasional. Stadion berkapasitas internasional itu juga menjadi homebase Dewa United Banten FC dalam kompetisi Liga 1 Indonesia.
Dimyati menyebut, Pemprov Banten berkomitmen memaksimalkan keberadaan BIS sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia berharap stadion tersebut tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin BIS menjadi aset produktif yang menyumbang PAD bagi Banten,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda











