JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID – Disway Awards Anugerah Brand Populer Indonesia 2025 menyerahkan penghargaan bagi 520 brand terkenal dan paling populer di Indonesia.
Founder Disway, Dahlan Iskan menegaskan penghargaan murni diberikan berdasarkan penilaian terhadap perkembangan dan reputasi berbagai merek nasional bukan praktik ‘jual beli penghargaan’ yang sering mencederai dunia jurnalistik dan kredibilitas media. Lembaga InfoVesta telah bekerja selama satu tahun untuk memberikan penilaian itu.
Ajang penghargaan kepada 520 brand terpopuler di Indonesia ini berlangsun, Kamis (4/12), di Ballroom Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta Selatan. Dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamuddin, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan sejumlah perwakilan 520 brand terkenal di Indonesia.
“Penilaian ini melalui metode penilaian yang ketat dan terukur, saya yakin lembaga Info Vesta akan terus menjaga objektivitas dalam menentukan merek-merek terbaik dan terkenal di Indonesia, bukan praktik jual beli penghargaan,” kata Dahlan dalam sambutannya.
Dahlan Iskan menambahkan, melalui Disway Awards 2025 diharapkan dapat menambah kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri akan berdampak kuat terhadap valuasi perusahaan-perusahaan di Indonesia.
InfoVesta disebut Dahlan telah beroperasi secara profesional selama 20 tahun tepatnya sejak 2005 dan akam terus berkembang sebagai lembaga penilaian merek yang kredibel di Tanah Air. “Kami mengucapkan selamat kepada para pemilik brand yang hari ini terpilih dan menerima penghargaan,” ujarnya.
Dalam keterangannya usai menghadiri kegiatan Disway Awards 2025, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya penguatan komunikasi branding bagi produk dan perusahaan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.“Ini momentum kita bersama. Kita ingin brand lokal naik kelas, lalu menjadi brand global,” kata Meutya.
Menkomdigi juga mendorong masyarakat mengutamakan produk lokal, sekaligus memperkuat kapasitas branding UMKM. Ia berharap UMKM dapat belajar dari brand-brand besar yang telah sukses menembus pasar nasional.
“Kalau memungkinkan, para pemenang penghargaan bisa berbagi pengalaman kepada UMKM, difasilitasi penyelenggara (Disway Group). Ini penting agar UMKM juga bisa memperkuat branding mereka,” tambahnya.
Meutya Hafid menegaskan bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik. “Kita harapkan semakin banyak masyarakat yang menghargai dan mencintai produk lokal. Kualitasnya tidak kalah, dan dukungan publik sangat penting untuk memperkuat perekonomian nasional,” tandasnya.
Ketua DPD-RI Sultan Baktiar Najamuddin menilai Disway Awards 2025 berupa penghargaan bagi ratusan brand terkenal dan paling populer di Indonesia menghadirkan konsep berbeda dibanding penghargaan-penghargaan lainnya.
Menurutnya, bukan kategori-kategori seremonial seperti penulis terbaik, tokoh, legenda, atau kategori bernuansa kompetitif. Disway Awards ini justru menjadi keunikan tersendiri. “Selamat kepada penyelenggara Disway Awards 2025. Semoga penghargaan seperti ini tidak berhenti di kota-kota besar, melainkan dapat diperluas hingga ke wilayah pinggiran,” kata dia.
Najamuddin menegaskan bahwa Disway Awards memiliki orientasi kuat terhadap produk dan kearifan lokal. Karena itu, Ketua DPD RI tersebut mendorong agar Disway Awards dapat menjadi wadah untuk mempromosikan karya dan produk lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui ini, saya berharap dan kita belajar mencintai karya Indonesia dan meningkatkan kebanggaan terhadap identitas bangsa,” tutup Sultan.
Editor: Aditya











