SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan pentingnya peningkatan pengawasan selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menekankan agar seluruh jajarannya memastikan tidak ada lagi korban jiwa akibat tenggelam seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kan dalam momen Nataru ada yang meninggal, tahun sebelumnya,” ujar Kapolda saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Lilin Maung 2025 di Mapolda Banten, Kamis 4 Desember 2025.
Menurutnya, insiden wisatawan tenggelam berulang setiap periode liburan, umumnya akibat kurangnya pengawasan dan minimnya langkah antisipasi dari petugas di lapangan. Hengki mengingatkan bahwa satu korban jiwa saja sudah menjadi indikator kegagalan pengamanan, meski pelaksanaan Nataru secara keseluruhan berjalan lancar.
“Jangankan dua korban jiwa, satu saja kita gagal walaupun secara keseluruhan Nataru berjalan lancar,” tegasnya.
Untuk itu, Kapolda memerintahkan jajaran Polairud Polda Banten untuk menurunkan seluruh personel guna menjaga kawasan pesisir dan memastikan wisatawan tidak berenang di lokasi berbahaya.
“Kamu habiskan anggota di pinggir pantai supaya mereka selamat. Setiap tahun ada yang meninggal. Koordinasikan dengan PHRI, pasang garis aman untuk berenang,” perintah Kapolda kepada Direktur Polairud Polda Banten, Kombes Pol Yunus Hadith Pranoto.
Selain ancaman tenggelam, Kapolda juga menyoroti potensi tindak kejahatan lain selama libur Nataru, seperti kecelakaan, hipnotis, hingga pembobolan rumah. Ia meminta sinergi antara Polda Banten, polres jajaran, dan instansi terkait diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal.
“Untuk itulah kita berkumpul di sini,” ujar alumnus Akpol 1995 tersebut.***
Editor : Krisna Widi Aria











