SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten mengerahkan 1.157 personel untuk pengamanan perayaan Natal 2025 dan malam Tahun Baru 2026. Jumlah tersebut diperkuat oleh tambahan 1.282 personel dari TNI dan instansi terkait, sehingga total 2.439 personel siap bertugas mengamankan momentum Nataru.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, seluruh personel tersebut akan disebar di berbagai titik strategis yang menjadi fokus pengamanan.
“Dalam pengamanan Nataru kali ini, akan dilibatkan 2.439 personel gabungan, terdiri dari 1.157 personel Polri dan 1.282 personel dari instansi terkait,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu kemarin.
Personel gabungan ditempatkan pada 43 pos pengamanan, delapan pos pelayanan, serta satu pos terpadu di wilayah hukum Polda Banten. Hengki menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan masyarakat selama libur panjang akhir tahun.
“Polri, TNI, Dinas Perhubungan, ASDP, dan seluruh unsur terkait berperan penting dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Hengki juga mengingatkan bahwa momen libur Nataru berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, tempat wisata, hingga pelabuhan.
“Situasi ini menjadi potensi kerawanan yang harus kita waspadai bersama, termasuk di rumah-rumah ibadah umat Kristiani di seluruh wilayah hukum Polda Banten,” ucapnya.
Ia meminta seluruh personel yang bertugas agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mengedepankan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kemacetan maupun gangguan keamanan lainnya.
Kapolda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengapresiasi pemerintah daerah, TNI, dan instansi lain yang terus berkolaborasi dengan baik. Semoga kerja sama ini semakin solid dan mampu mewujudkan Banten yang aman,” tuturnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Dr. Leganek Mawardi menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi antisipasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sepanjang libur Nataru.
“Kami sudah memetakan titik rawan kemacetan, lokasi rawan kecelakaan, serta area yang berpotensi menjadi pusat keramaian,” katanya.
Penempatan personel di berbagai pos pengamanan dan pelayanan akan dioptimalkan, disertai rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional mengikuti dinamika di lapangan.***
Editor : Krisna Widi Aria











