SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan enam langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah tersebut disampaikan Sekda Banten, Deden Apriandhi, dalam High Level Meeting TPID Provinsi Banten Tahun 2025 di Kantor Perwakilan BI Banten, Rabu, 10 Desember 2025.
Deden menegaskan, Pemprov bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan stok pangan, dan kelancaran distribusi di seluruh kabupaten/kota.
“Stabilisasi pangan adalah prioritas pemerintah daerah. Momentum Nataru biasanya meningkatkan permintaan pangan yang, jika tidak diantisipasi, dapat menekan aspek ketersediaan, distribusi, hingga harga komoditas strategis,” ujarnya.
Enam Langkah Strategis Pemprov Banten Hadapi Nataru
Deden menjelaskan, Pemprov Banten telah menyiapkan enam langkah utama untuk menjaga stabilitas pangan:
- Penguatan stok pangan daerah.
- Operasi pasar murah di delapan kabupaten/kota.
- Koordinasi intensif dengan distributor untuk mencegah penimbunan.
- Pemantauan harga harian melalui TPID.
- Peningkatan produksi lokal melalui dukungan saprotan dan perluasan lahan.
- Pengawasan mutu pangan di pasar tradisional dan pasar modern.
“Operasi pasar terus kita lakukan, dan distribusi pangan dari luar Banten juga kita pastikan dapat masuk dengan aman,” katanya.
Antisipasi Tantangan Distribusi dan Iklim
Menurut Deden, Pemprov Banten saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, potensi gangguan distribusi, hingga dinamika harga di tingkat nasional. Namun ia optimistis Banten mampu menjaga kestabilan harga melalui kerja sama lintas sektor.
“Kita menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu dan gangguan distribusi. Tapi dengan koordinasi menyeluruh, saya yakin Banten bisa menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan arus logistik, terutama menjelang libur panjang.
“Jalur distribusi adalah yang paling utama. Beberapa waktu lalu sempat terjadi sumbatan di jalan tol maupun jalan kabupaten/kota karena meningkatnya pergerakan mobil besar. Dengan rapat koordinasi, kita bisa mengatur agar semua ini terurai dengan baik,” jelas Deden.
Produksi Lokal Tetap Jadi Prioritas
Meski distribusi pangan dari luar daerah tetap diperlukan, Pemprov Banten menegaskan komitmennya untuk mengutamakan produk lokal.
“Kita prioritaskan produk-produk daerah agar rantai ekonomi di Banten tetap berjalan. Banyak sekali produk masyarakat yang menjadi pemasok kebutuhan, dan ini harus terus kita fasilitasi,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











