KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menerangkan bahwa pemerintah kabupaten sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pengentasan kemiskinan.
“Jadi, saat ini kita sedang menganalisis kembali apakah program kita sudah tepat sasaran dan tepat waktu?. Sebab target kita tidak terlalu muluk, tapi paling tidak kita harus menurunkan kemiskinan ekstrem,”kata Soma kepada wartawan, Senin 22 Desember 2025.
Soma juga menerangkan bahwa Pemkab Tangerang juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 triliun untuk program pengentasan kemiskinan di tahun 2026 yang disebarkan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Anggaran tersebut akan mulai disebarkan ke Dinas Koperasi, Kesehatan, Pendidikan, hingga instansi di tingkat kecamatan.
“Programnya itu ialah tidak hanya yang bersifat langsung seperti bantuan sosial atau penekanan inflasi melalui harga murah sembako. Namun kita juga ada program untuk mengurangi beban transportasi masyarakat miskin, seperti bis untuk sekolah gratis yang juga itu termasuk,”terangnya.
Soma juga telah memerintahkan seluruh OPD agar pengeluaran anggaran untuk pengentasan kemiskinan dimulai sejak Januari 2026 tanpa menunggu akhir Desember ini.
Dimana, pelaksanaan program dan pengeluaran anggarannya akan dibagi menjadi tiga periode masing-masing 3 bulan.
“Ini sesuai dengan arahan Menteri Keuangan agar pengeluaran anggaran disegerakan, karena anggarannya sudah ada. Dan kita akan melanjutkan alokasi minimal Rp1,6 triliun ke depan untuk warga miskin,” tegasnya.
Dikatakan Soma, sasaran utama program ini adalah keluarga di desil 1 yang sangat rawan kemiskinan, dengan pendapatan bulanan kurang dari Rp650 ribu.
Artinya kata Soma, rata-rata pendapatan per hari per keluarga hanya sekitar Rp30 ribu dan belum tentu terjamin setiap hari.
“Kita perlu mengintegrasikan program mulai dari pendidikan, lapangan pekerjaan. Sebab, banyak di antara mereka bekerja sebagai buruh serabutan tanpa pekerjaan tetap dan penanganan kemiskinan tidak lagi kabur,”tugas Soma.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











