SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keluarga dinilai memiliki peran sentral dalam membentuk generasi berintegritas dan berkarakter anti korupsi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Refleksi Hari Anti Korupsi 2025 yang digelar Integrity Society Movement (ISM) berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) serta Harsha Citra Indonesia.
Diskusi yang mengusung tema “Fungsi Keluarga dalam Membentuk Generasi Anti Korupsi” itu menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan nilai moral dan integritas sejak usia dini. Diskusi diselenggarakan di Serang, Selasa, 23 Desember 2025.
Direktur Utama ISM Sahrul Hikam mengatakan, keluarga adalah struktur sosial pertama yang membentuk karakter individu.
“Kita mesti mengambil peran dalam menyiapkan generasi masa depan. Keluarga merupakan fondasi utama untuk membentuk generasi yang berintegritas,” ujarnya.
Menurut Sahrul, keluarga merupakan sekolah integritas pertama bagi anak. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan lebih efektif ditanamkan melalui keteladanan dibandingkan sekadar nasihat.
“Integritas dibentuk dari kebiasaan sehari-hari. Anak belajar kejujuran dari contoh nyata, bukan hanya dari kata-kata,” jelasnya.
Salah satu pemateri diskusi, Suwaib Amiruddin, menambahkan bahwa korupsi bukan semata persoalan hukum, tetapi juga persoalan budaya.
“Tanpa penguatan nilai-nilai integritas di dalam keluarga, upaya pencegahan korupsi akan kehilangan fondasi sosialnya,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa terdapat delapan fungsi keluarga yang dapat menjadi sarana investasi jangka panjang dalam membangun generasi berintegritas dan anti korupsi.
“Melalui kegiatan ini, ISM bersama para mitra mendorong penguatan peran keluarga sebagai basis utama pencegahan korupsi sejak dini,” pungkasnya.***











