LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Aksi pencurian menimpa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Lebak. Pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setelah pelaku membobol pintu ruang kantor dan membawa kabur sejumlah inventaris penting. Akibat peristiwa itu, sekolah mengalami kerugian sekitar Rp15 juta.
Pencurian sekolah Lebak ini terungkap saat guru dan staf hendak memulai aktivitas belajar mengajar pada Senin pagi, 5 Januari 2025. Saat itu, petugas mendapati pintu ruang kantor dalam kondisi rusak akibat dijebol maling. Selanjutnya, pihak sekolah memastikan sejumlah barang inventaris telah hilang.
Salah seorang guru, Pepen Supendi, menjelaskan bahwa pelaku diduga beraksi pada malam hari. Namun, pihak sekolah baru menyadari kejadian tersebut keesokan paginya.
“Diduga kejadiannya malam hari itu terjadi minggu kemarin. Pihak sekolah baru mengetahui saat pagi ketika hendak mulai kegiatan,” ujar Pepen kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 6 Januari 2025.
Ia menambahkan, pelaku membawa kabur dua unit infokus yang biasa digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, pihak sekolah menilai pencurian ini berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar pascalibur.
Sementara itu, guru lainnya, Iing Saepul Bahri, menegaskan bahwa sekolah akan membuat laporan resmi ke kepolisian. Langkah tersebut diambil agar pelaku dapat diproses secara hukum dan kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan membuat laporan resmi supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Selain itu, pihak sekolah menjelaskan bahwa gedung MIN 3 Lebak baru digunakan pada tahun ajaran ini. Sebelumnya, bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat pelatihan. MIN 3 Lebak juga merupakan filial dari MI Negeri 1 Leuwidamar.
“MIN 3 Lebak merupakan filial dari MI Negeri 1 Leuwidamar. Karena kejadian beberapa kali jadi kami akan laporkan semoga ada tindakan jera,” tandasnya.
Editor: Aas Arbi











