CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh, mempertanyakan konsistensi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyusul munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD Kota Cilegon Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp80 miliar.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menegaskan, dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025, Silpa yang direncanakan hanya sekitar Rp40 miliar. Namun realisasi yang mencapai dua kali lipat dinilai mengindikasikan adanya sejumlah program yang tidak diselesaikan.
“Dalam RPJMD 2025, jika tidak salah, Silpa direncanakan Rp40 miliar. Jika kini tersisa Rp80 miliar, berarti ada sejumlah program yang tidak diselesaikan. Kami di Banggar meminta penjelasan TAPD mengapa hal ini bisa terjadi, sementara masyarakat menunggu APBD benar-benar dimanfaatkan untuk rakyat,” tegas Rahmatulloh, Selasa, 6 Januari 2025.
Selain itu, Rahmatulloh juga mempertanyakan sektor pendapatan yang dinilai secara tiba-tiba mampu melampaui target, di tengah kebijakan penurunan belanja serta munculnya Silpa dalam jumlah besar.
“Pendapatan itu berasal dari sektor mana saja? Berapa sebenarnya total pendapatan yang masuk? Kronologinya harus dijelaskan kembali oleh TAPD Kota Cilegon,” ujarnya.
Meski demikian, Rahmatulloh menegaskan DPRD tetap mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Cilegon sebagai mitra kerja. Namun ia mengingatkan agar ke depan tidak lagi terjadi pola pengelolaan anggaran yang serupa.
“Sebagai mitra kerja Pemkot Cilegon, kami tetap mengapresiasi kinerja mereka. Namun ke depan jangan lagi meminta penyesuaian atau rasionalisasi belanja kepada DPRD akibat pendapatan yang tidak tercapai,” katanya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aas Arbi











