SERQNG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan rapat koordinasi untuk melakukan penilaian kinerja terhadap Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Serang, Kamis, 8 Januari 2026.
Rakor di Aula Tb Safarudin, Setda Kabupaten Serang, dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana.
Zaldi mengungkapkan, dalam pelaksanaan rapat evaluasi tersebut, ada sejumlah indikator kesehatan keuangan BPR Serang yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi pada saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan.
Hasilnya, ada beberapa catatan. Salah satunya mengenai kredit macet yang cukup besar di BPR Serang, mencapai 22 persen.
“Angka kredit macet cukup tinggi, yang gross ya mencapai 22 persen. Sementara ambang batas yang diperbolehkan hanya 5 persen,” katanya.
Zaldi mengatakan, tingginya angka kredit macet diduga karena proses pemberian kredit yang dilakukan oleh BPR Serang yang belum prudent. Kondisi ini akhirnya membuat nasabah yang justru tidak layak mendapatkan pinjaman bisa lolos.
“Hari ini kan ada yang mereka memperoleh kredit dari Bank BJB juga ada yang dari BPR. Nah, sistemnya ini belum menyatu sehingga terjadi orang yang sudah pinjam di BJB dan limitnya sudah melebihi limit tapi kemudian pinjam lagi di BPR. Ini kemudian karena sistemnya belum terintegrasi jadi bisa lolos,” ujarnya.
Hal tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan RUPS tahunan. Pihaknya akan meminta agar BPR Serang bisa menurunkan angka kredit macet hingga batas aman.
“Karena ini akan berpengaruh terhadap perolehan laba dan modal itu. Sehingga berikutnya BPR Serang bisa memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Pihaknya pun akan mendesak agar BPR Serang melakukan perbaikan manajemen kemudian lebih ketat lebih prudent dalam penyaluran kredit.
“Terutama bisa mendapatkan tadi informasi dari Bank bjb sehingga mereka memperoleh data bahwa orang tersebut sebenarnya gajinya sudah terpotong cukup besar untuk bisa ajukan pinjaman lagi di BPR,” ujarnya.
Selain persoalan kredit macet, pihaknya juga menyoroti soal laba bersih yang dihasilkan oleh BPR Serang, yang mengalami penurunan cukup besar apabila dibandingkan dengan tahun 2024.
Ia mengatakan, tahun ini, laba bersih yang dihasilkan oleh BPR Serang mencapai Rp 5,3 miliar. Sementara, pada tahun 2024 labanya tembus Rp 11 miliar.
“Dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan sekitar 53 persen,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











