PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sopir truk kontainer yang terguling di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kabupaten Pandeglang, menceritakan detik-detik kecelakaan tunggal yang dialaminya. Truk tersebut tak kuat menanjak hingga akhirnya terguling dan menutup badan jalan.
Kecelakaan terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 22.00 WIB. Truk bernomor polisi AD 8542 KB yang mengangkut palet kayu melaju dari arah Pandeglang menuju Tanjung Priok, Jakarta.
Sopir truk, Juanta, mengatakan kendaraan yang dikemudikannya membawa muatan palet kayu dengan berat sekitar 22 ton. Saat kejadian, ia tidak sendirian.
“Muatan kayu bahan palet sekitar 22 ton. Saya bertiga di dalam truk,” kata Juanta, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah enggak ada luka dan enggak ada korban. Saya dari Pandeglang, Cikole, mau ke Tanjung Priok,” ujarnya.
Juanta menjelaskan, truk tiba-tiba kehilangan tenaga saat menanjak. Ia pun memilih membanting setir untuk menghindari kendaraan lain yang berada di belakangnya.
“Saya sudah ada feeling, lihat dari kaca spion ada mobil di belakang. Makanya saya banting setir. Kalau diterusin, mobil di belakang bisa hancur,” ucapnya.
Ia menambahkan, mesin truk mendadak mati dan rem tidak berfungsi saat kejadian.
“Posisi mesin langsung mati, pas injak rem enggak berfungsi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah truk box kontainer terjadi di Jalan Raya AMD Lintas Timur Kadubanen, Kelurahan Kabayan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Truk bernomor polisi AD 8542 KB tersebut terguling hingga menutup badan jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Truk yang dikemudikan Juanta (28) itu melaju dari arah Cikole menuju Kadubanen.
Saat melintas di tanjakan tepat di depan Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pandeglang, truk diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya terguling dan melintang di badan jalan.
Editor: Agus Priwandono











