SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana memanggil ahli guna melakukan analisis terkait potensi bencana longsor susulan di Gunung Kaupas, Desa Kaduberem, Kecamatan Cikeusal. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban sekaligus memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Badan Vulkanologi dan Geologi yang berada di Bandung untuk melakukan kajian mendalam terkait kondisi wilayah terdampak longsor.
“Karena kewenangannya berada di badan tersebut, maka akan kita undang. Kita berharap kondisi longsor di Kampung Cibodas, Desa Kaduberem bisa diprediksi sehingga diketahui kapan warga dapat kembali ke rumah masing-masing,” ujar Najib.
Ia mengungkapkan, sebagian besar warga mulai merasa jenuh tinggal di pengungsian. Pasalnya, hingga kini mereka belum bisa beraktivitas normal, terutama bekerja di kebun atau ladang yang berada di sekitar area longsoran.
“Aktivitas masyarakat belum sepenuhnya normal. Mereka membutuhkan rutinitas seperti berkebun dan ke ladang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Najib menambahkan, mayoritas warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir akan terjadi longsor susulan. Kekhawatiran tersebut dipicu oleh kondisi cuaca yang masih belum menentu.
“Untuk kegiatan sekolah tetap berjalan. Yang belum bisa dilakukan adalah aktivitas berkebun. Kami sudah berkirim surat dan mudah-mudahan asesmen dari pihak terkait bisa dilakukan dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











